CAROLINA SELATAN, Sumutpos.jawapos.com — Dunia hiburan Hollywood kembali berduka. Aktris Hayden Panettiere, yang dikenal luas lewat perannya sebagai Claire Bennet dalam serial Heroes dan Juliette Barnes di Nashville, meninggal dunia pada usia 36 tahun.
Panettiere meninggal di Greenville, Carolina Selatan, pada Minggu (16/8) waktu setempat. Kabar tersebut dikonfirmasi pihak keluarga melalui pernyataan yang disampaikan kepada media. Reuters melaporkan Panettiere ditemukan tidak sadarkan diri di sebuah kompleks apartemen di Greenville dan dinyatakan meninggal di lokasi. Polisi masih melakukan penyelidikan, sementara tidak ada dugaan tindak kekerasan.
Kepergian Panettiere terasa semakin memilukan karena terjadi hanya beberapa bulan setelah ia membuka sisi paling personal kehidupannya melalui sebuah memoar.
Baca Juga: Gempa NTT Tewaskan 68 Orang, 253 Sekolah Rusak, Pemerintah Siapkan Kelas Darurat
Perwakilannya menggambarkan Panettiere sebagai sosok yang membawa kebahagiaan dan kekuatan bagi orang-orang di sekitarnya, termasuk jutaan penonton yang mengenalnya melalui layar kaca.
“Dia adalah sumber kebahagiaan yang luar biasa dan kekuatan yang membawa cinta untuk kita semua yang mengenalnya, maupun yang melihat dia di layar,” ujar perwakilannya.
Hingga kini, penyebab pasti kematian Panettiere belum ditetapkan. Hasil autopsi awal dilaporkan tidak menemukan tanda-tanda trauma, sementara penyelidikan mengenai penyebab dan cara kematiannya masih berlangsung.
Keluarga Panettiere juga meminta publik menghormati privasi mereka. Sang ayah, Alan Lee Panettiere, meminta media memberikan ruang bagi keluarga yang masih berusaha menerima kenyataan atas kehilangan tersebut.
Bintang Cilik yang Tumbuh di Tengah Sorotan
Sebelum menjadi bintang besar, Panettiere telah mengenal dunia hiburan sejak usia kanak-kanak. Ia tampil dalam sejumlah produksi televisi pada era 1990-an sebelum perlahan membangun karier di layar lebar dan televisi.
Namanya kemudian melejit secara global ketika memerankan Claire Bennet dalam Heroes. Karakter tersebut menjadikannya salah satu wajah paling dikenal dalam budaya pop era 2000-an.
Kariernya berlanjut melalui berbagai film dan serial, termasuk Nashville. Dalam serial tersebut, Panettiere memerankan Juliette Barnes, seorang penyanyi country muda dengan kehidupan penuh gejolak. Peran itu mengantarkannya meraih dua nominasi Golden Globe.
Baca Juga: Kabut Asap Kepung Malaysia! 58 Wilayah Terdampak, Satu Daerah Masuk Kategori Tidak Sehat
Namun, di balik popularitas dan gemerlap industri hiburan, Panettiere menjalani perjalanan hidup yang jauh dari kata mudah.
Menuliskan Luka dalam Memoar
Kisah tersebut kemudian ia tuangkan dalam buku This Is Me: A Reckoning, yang terbit pada Mei 2026. Memoar itu menjadi ruang bagi Panettiere untuk menceritakan kehidupannya dari sudut pandang yang sangat personal, mulai dari pengalaman sebagai bintang cilik hingga berbagai pergulatan dalam kehidupan dewasa.
Ia membahas persoalan depresi pascapersalinan, ketergantungan alkohol, trauma, kekerasan dalam rumah tangga, proses pemulihan, hingga pengalaman menjadi seorang ibu.
Memoar tersebut bukan sekadar cerita tentang kehidupan seorang selebritas. Panettiere berusaha merebut kembali kendali atas kisah hidupnya sendiri setelah bertahun-tahun kehidupannya menjadi konsumsi publik.
Dalam wawancara menjelang peluncuran bukunya, Panettiere mengatakan bahwa menulis memoar merupakan proyek yang sangat personal karena untuk pertama kalinya ia merasa harus sepenuhnya mempercayai dirinya sendiri.
“Ini adalah proyek pertama dalam hidupku saat tidak ada seorang pun yang mengarahkan atau membimbingku. Aku harus sangat percaya pada diriku,” katanya.
Mengungkap Masa Sulit di Balik Nashville
Salah satu bagian perjalanan hidup yang turut ia ceritakan adalah masa ketika membintangi Nashville pada awal 2010-an.
Di tengah kesuksesan serial tersebut, Panettiere justru menghadapi pergulatan pribadi. Ia mengaku kerap menangis dan sempat ingin meninggalkan proses produksi karena tekanan yang dirasakannya.
Namun, ketika melihat kembali masa tersebut, ia mengaku memiliki kebanggaan karena berhasil melewatinya.
Baca Juga: 87 WBP Lapas Kelas III Gunungtua Terima Remisi HUT ke-81 RI
“Jika melihat masa itu sekarang, aku sangat bersyukur dan bangga bisa melalui itu semua,” ujarnya.
Kisah hidup Panettiere membuat kematiannya terasa semakin menyentak. Baru beberapa bulan lalu, ia membuka lembaran hidup yang selama bertahun-tahun disimpan di balik sorotan kamera. Memoarnya menjadi semacam catatan terakhir tentang perjalanan seorang perempuan yang sejak kecil hidup di depan publik, tumbuh menjadi bintang besar, lalu berjuang menghadapi luka dan tekanan yang tidak selalu terlihat.
Kini, kisah itu berakhir dengan duka. Hayden Panettiere meninggalkan jejak panjang di dunia hiburan melalui peran-peran yang membuat namanya dikenal jutaan orang, sekaligus sebuah memoar yang memperlihatkan sisi dirinya yang selama ini jauh lebih dalam daripada karakter yang ia mainkan di layar. (jpg/han)
Editor : Johan Panjaitan