sumutpos.jawapos.com - Film animasi China “Niu Lai” membuktikan bahwa perhatian publik bisa datang dari arah yang tidak terduga. Sempat menjadi bahan olok-olok netizen karena kualitas animasi dan ceritanya dianggap mengecewakan, film independen ini justru berubah menjadi fenomena box office.
Melansir Instagram @cretivox, Sabtun) (22/8/2026), saat tayang perdana pada 5 Agustus 2026, “Niu Lai” hampir tidak mendapat perhatian. Dalam 10 hari pertama, film tersebut hanya mencatat penjualan kurang dari 300 tiket dengan pendapatan sekitar 7.700 yuan.
Namun, gelombang kritik di media sosial China perlahan berubah menjadi promosi gratis. Berbagai meme dan komentar netizen yang membahas kekurangan film ini justru memicu rasa penasaran. Banyak penonton kemudian datang ke bioskop untuk melihat langsung film yang ramai diperbincangkan.
Dari situlah penjualan tiket melonjak hingga menghasilkan pendapatan jutaan yuan. “Niu Lai” pun mulai diperhitungkan dan bersaing dengan sejumlah film besar di box office China, termasuk “Spider-Man: Brand New Day” dan “The Odyssey”.
Baca Juga: Singapura Waspadai Ancaman Kabut Asap Lintas Negara dari Kebakaran Hutan Sumatera dan Kalimantan
Di balik kesuksesan mengejutkan tersebut, “Niu Lai” memiliki kisah produksi yang tidak biasa. Film ini hanya dikerjakan oleh dua orang, Xin Yumeng dan Sun Lifang, yang menghabiskan waktu sekitar lima tahun untuk menyelesaikan proyek tersebut dengan sumber daya yang sangat terbatas.
Perjalanan “Niu Lai” menjadi pengingat bahwa sebuah karya tidak selalu ditentukan oleh anggaran besar atau dukungan studio raksasa. Terkadang, perbincangan publik, bahkan yang awalnya bernada negatif mampu mengubah sebuah karya yang hampir terlupakan menjadi pusat perhatian.
Di media sosial, sebagian netizen mengaku awalnya menonton karena penasaran setelah melihat komentar-komentar lucu tentang film tersebut. Ada pula yang akhirnya menghargai perjuangan dua kreator di balik “Niu Lai” karena mampu menyelesaikan film animasi secara mandiri selama bertahun-tahun.
Baca Juga: Ketua F-PDIP DPRD SU Berang, Minta Kasus Penganiayaan Anak di Dairi Diusut Tuntas
Fenomena ini membuat “Niu Lai” bukan hanya dikenal sebagai film animasi, tetapi juga sebagai contoh bagaimana kekuatan komunitas digital dapat mengubah nasib sebuah karya secara drastis.(lin)
Editor : Redaksi