Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Tips Psikologi: Bahaya Terlalu Larut dalam Rasa Iri, Ini Cara Mengubahnya Jadi Motivasi

Johan Panjaitan • Kamis, 31 Juli 2025 | 08:15 WIB
ILUSTRASI:  iRI melihat kelebihan orang lain dan merasa tidak nyaman atau bahkan kesal.
ILUSTRASI: iRI melihat kelebihan orang lain dan merasa tidak nyaman atau bahkan kesal.

Sumutpos.jawapos.com-Hampir setiap orang pasti pernah merasakan yang namanya iri, yaitu saat melihat kelebihan orang lain dan merasa tidak nyaman atau bahkan kesal.

Meski wajar, perasaan iri bisa membawa dampak negatif jika dibiarkan berlarut-larut. Dilansir dari kanal YouTube Satu Persen, dijelaskan bahwa iri adalah salah satu emosi manusia yang muncul saat seseorang menginginkan apa yang dimiliki oleh orang lain, entah berupa benda fisik, kualitas pribadi, pencapaian, atau status sosial.

Rasa iri sering disalahartikan sebagai cemburu, padahal keduanya berbeda. Iri muncul karena kita merasa kekurangan, sementara cemburu muncul karena takut kehilangan sesuatu yang dimiliki.

Kenapa Kita Bisa Iri?
Perasaan iri sering muncul saat kita merasa punya kemungkinan untuk mencapai apa yang orang lain capai. Kita tidak akan iri pada orang yang jauh di atas kita seperti Bill Gates, karena merasa itu di luar jangkauan. Tapi kita cenderung iri pada teman seangkatan, rekan kerja, atau orang yang berada di level yang terasa bisa kita capai.

Namun, bila tidak dikendalikan, rasa iri bisa berubah menjadi pikiran negatif yang menghambat kemajuan diri sendiri. Seseorang bisa terjebak dalam kebiasaan membandingkan diri secara berlebihan, fokus pada kekurangan, hingga berharap orang lain gagal. Lebih parahnya lagi, energi yang seharusnya digunakan untuk berkembang malah habis untuk membicarakan atau mencari-cari kesalahan orang lain.

Dampak Negatif dari Rasa Iri
Tiga dampak negatif utama dari rasa iri yang terlalu intens adalah:

Kehilangan Fokus pada Proses
Kita jadi terlalu terpaku pada hasil orang lain tanpa memahami proses panjang yang mereka lalui, dan akhirnya melupakan proses kita sendiri.

Terhambatnya Pengembangan Diri
Energi mental kita lebih banyak habis untuk memperhatikan pencapaian orang lain daripada memperbaiki diri sendiri.

Kehilangan Rasa Percaya Diri dan Syukur
Kita jadi lupa bersyukur dan merasa tidak cukup, yang ujungnya menurunkan kepercayaan diri.

Nah, bagaimana cara Mengatasi Rasa Iri tersebut, ada tiga tips praktis agar rasa iri tidak berdampak negatif:

1. Sadari bahwa iri adalah emosi yang wajar
Emosi muncul secara otomatis dan tidak bisa dikendalikan, namun respons kita terhadap emosi itu bisa dikendalikan. Menyadari ini adalah langkah awal untuk merespons iri secara sehat.

2. Analisis secara mendalam apa yang membuat kita iri
Terkadang kita hanya melihat hasil akhir tanpa menyadari usaha dan pengorbanan di baliknya. Dengan menganalisis aspek spesifik yang kita iri-kan, kita bisa lebih rasional dan tidak terjebak asumsi.

3. Gunakan rasa iri sebagai motivasi untuk berkembang
Emosi negatif seperti iri tidak harus berdampak buruk. Jika diarahkan dengan benar, rasa iri bisa menjadi pendorong untuk belajar, berusaha lebih keras, dan memperbaiki diri.(han)

 

Editor : Johan Panjaitan
#IRI #Kesal #kelebihan