SUMUTPOS.JAWAPOS.COM - Tak harus punya lahan luas bahkan cukup di teras rumah yang pencahayaannya cukup Anda telah bisa menjadi jutawan seledri.
Bahkan Anda juga tidak membutuhkan paralon untuk menanam seledri hidroponik.
Manfaatkan aja botol minuman bekas jenis plastik, maka seledri hidroponik Anda bisa panen berkali-kali.
Menanam seledri dengan metode hidroponik tergolong mudah dan menguntungkan. Seperti dilansir dari kanal youtube Agropedia, bahkan petani mendapatkan untung 30 juta dalam sekali panen, wow!.
Melalui sistem tanam hidroponik kini seledri mampu hidup di dataran rendah.
Meskipun pada dasarnya tanaman ini cocok tumbuh di dataran tinggi dengan curah hujan rendah.
Dengan menanam dalam media air, kebutuhan nutrisi seledri hidroponik lebih mudah dikontrol.
Unsur hara seledri hidroponik adalah yang paling penting adalah proses pertumbuhan dapat dikontrol terutama dalam kebutuhan air, nutrisi, dan faktor eksternal dari tanaman.
Dengan begitu tanaman seledri hidroponik dapat tumbuh baik karena gizi terpenuhi. Seluruh unsur hara dari tanah dapat diwakili oleh nutrisi dari unsur makro dan mikro.
Cara menanam seledri hidroponik dalam botol bekas
Cara menanam seledri hidroponik dengan media botol bekas berbeda dengan media paralon. Namun pada prinsipnya adalah tetap sama-sama membutuhkan air sebagai media utama.
Tanaman seledri memang cocok hidup dalam media air. Beberapa sistem hidroponik yang biasa digunakan seperti penggunaan bak, netpot bersumbu (sistem Wick) atau sistem rakit apung.
Namun dalam hal ini Anda cukup menggunakan botol bekas saja. Hanya saja menanam seledri hidroponik dengan media botol ini perawatan lebih makan waktu dibanding menggunakan paralon.
Bahan-bahan yang diperlukan untuk menanam hidroponik dalam botol adalah botol bekas seperti minuman Aqua.
Langkah pertama lakukan penyemaian bibit seledri dengan menggunakan media tanah. Anda bisa menempatkan media tanah dalam ember.
Siapkan botol minuman bekas. Potong menjadi dua bagian. Lobangi bagian sisi tutup botol. Namun biarkan tutup botol tetap menempel. Ini berguna nanti untuk menahan air.
Bahan yang dibutuhkan adalah gelas plastik atau botol bekas. Kain flanel, potong memanjang dengan lebar 2 cm. Planel itu berguna sebagai sumbu.
Lubangi bagian bahan gelas dan botol plastik dengan lobang sedikit memanjang. Ia berfungsi sebagai sumbu kain flanel nantinya.
Letakkan kain flanel masukkan ke dalam. Kain flanel berguna untuk mengirim air ke seledri hidroponik nantinya. Potong bagian kepala botol plastik.
Masukkan gelas minuman ke dalam botol yang telah diberi sumbu. Jangan lupa lubangi juga bagian botol disela sumbu untuk menghindari genangan air nantinya yang membuat akar seledri jadi membusuk.
Masukkan tanah dan sedikit humus ke dalam botol gelas plastik. Pindahkan benih seledri, tanam ke dalam gelas plastik yang telah diisi tanah. Siram air agar tanahnya lembab.
Masukkan gelas plastik ke dalam botol. Simpan diteras yang tidak terpapar sinar matahari. Selama 2 minggu pelan-pelan seledri akan tumbuh. Saat akar memanjang tanaman seledri hidroponik bisa disimpan di tempat memiliki cahaya matahari.
Angkat gelas plastik di dalam botol dan masukkan air ke dalam botol. Dengan ini Anda tidak harus menyiram tiap hari seledri hidroponiknya. Dalam 100 hari seledri hidroponik telah siap di panen.
Seledri bisa dipanen berulang-ulang. Ketika seledri makin menua Anda masih bisa menggunakan akar seledri untuk menyemaikannya kembali. Rapikan akar kemudian tanam kembali. Maka Anda bisa panen seledri berkali-kali.
Untuk menjadi jutawan seledri hidroponik ini tentu saja Anda harus menanam dengan lebih banyak. Daun Seledri hidroponik yang sudah dipanen dibawa ke pasar atau kerja sama dengan distributor rumah makan, restoran dan hotel. Maka perjalanan distribusi seledri hidroponik Anda lebih lancar. Selamat mencoba! (sit)
Editor : Redaksi