Sumutpos.jawapos.com-Bangun pagi tanpa energi, pikiran terasa berkabut, dan keinginan untuk terus berbaring sepanjang hari meski istirahat tak kunjung memulihkan tenaga. Jika Anda merasakan kondisi seperti ini, Anda mungkin tidak hanya mengalami kelelahan biasa, tetapi gejala depresi yang lebih dalam.
Depresi dapat memanifestasikan dirinya melalui kelelahan ekstrem yang membuat aktivitas sederhana terasa sangat berat. Dikutip dari kanal Psych2Go, ada 6 tanda bahwa kelelahan yang Anda alami bisa jadi merupakan gejala depresi. Seperti apa penjelasannya, simak di bawah ini:
1. Tidur Berlebihan (Hipersomnia)
Apakah Anda tidur jauh lebih lama dari biasanya, misalnya 10 jam atau lebih setiap malam, namun tetap merasa lelah saat bangun? Gangguan pada neurotransmitter akibat depresi dapat mengacaukan siklus tidur. Meskipun sudah tidur lama, rasa lelah tidak hilang dan keinginan untuk tidur di siang hari tetap tinggi.
2. Kekurangan Tidur (Insomnia)
Di sisi lain, depresi juga bisa menyebabkan kesulitan tidur yang parah. Anda mungkin membutuhkan waktu lebih dari satu jam untuk bisa terlelap atau sering terbangun di tengah malam tanpa alasan yang jelas. Pola tidur yang sangat terganggu ini merupakan salah satu gejala umum depresi yang menyebabkan kelelahan kronis.
3. Kehilangan Minat dan Kesenangan (Anhedonia)
Aktivitas yang dulu Anda nikmati kini terasa hambar dan tidak menarik. Gejala yang dikenal sebagai anhedonia ini adalah ketidakmampuan untuk merasakan kesenangan. Hobi atau hiburan yang pernah Anda sukai berubah menjadi tugas yang melelahkan dan tidak ada lagi yang bisa menarik perhatian atau membuat Anda bahagia.
4. Kehilangan Nafsu Makan dan Penurunan Berat Badan
Depresi bisa membuat tugas sehari-hari seperti memasak dan makan terasa seperti beban berat. Hal ini dapat menyebabkan penurunan nafsu makan yang drastis, yang berujung pada penurunan berat badan yang tidak sehat. Ini menciptakan lingkaran setan: Anda terlalu lelah untuk makan, sehingga asupan energi berkurang dan membuat Anda semakin lelah.
5. Peningkatan Nafsu Makan dan Kenaikan Berat Badan
Sebaliknya, sebagian orang yang mengalami depresi justru merasakan keinginan besar untuk makan lebih banyak, terutama makanan tertentu yang dianggap sebagai satu-satunya sumber kesenangan. Namun, makanan tersebut tidak pernah benar-benar memberikan kepuasan, yang menyebabkan makan berlebihan dan kenaikan berat badan yang sulit dikendalikan.
6. Perasaan Sedih dan Bersalah yang Terus-Menerus
Depresi sering kali membanjiri penderitanya dengan perasaan sedih dan bersalah yang mendalam, disertai dengan penilaian negatif yang obsesif terhadap diri sendiri. Anda merasa lelah lalu menyebut diri "malas". Anda tidak bahagia dan menganggap diri "perusak kebahagiaan". Penilaian diri yang tanpa henti ini sangat menguras energi dan memperburuk kondisi kelelahan.
Jika Anda mengenali gejala-gejala ini dalam diri Anda atau orang terdekat, penting untuk tidak mengabaikannya. Memahami tanda-tanda ini adalah langkah pertama untuk mencari bantuan dan penanganan yang tepat.(han)
Editor : Johan Panjaitan