MEDAN, Sumutpos.jawapos.com-Kisah inspiratif datang dari Dusun Kesuma, Desa Pematang Tengah, Kecamatan Tanjung Pura, Kabupaten Langkat. Andika Pranata (19), putra sulung dari pasangan Ahmad Zaini dan Rafika, berhasil lulus seleksi masuk Akademi Militer (Akmil) 2025, membuktikan bahwa keterbatasan ekonomi bukan halangan untuk meraih cita-cita.
Andika, anak dari pedagang bakso bakar yang berjualan di pinggir Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum), kini resmi menjadi Kopral Taruna (Koptar) dan akan menempuh pendidikan militer di Akmil, Magelang, Jawa Tengah.
Ayahnya, Ahmad Zaini, telah puluhan tahun berjualan bakso bakar demi mencukupi kebutuhan keluarga. Awalnya berkeliling menggunakan sepeda motor selama lima tahun, Ahmad kini membuka lapak sederhana di tepi jalan. Meski penghasilan tidak menentu, ia tak pernah mengeluh.
"Hasil dagangan kadang sepi, kadang lumayan. Tapi alhamdulillah cukup untuk kebutuhan harian," ujar Ahmad dengan mata berkaca-kaca saat ditemui.
Sejak kecil, Andika sudah menanamkan mimpi menjadi tentara. Ia tekun berolahraga, rajin belajar, dan menjaga fisiknya agar lolos seleksi yang dikenal sangat ketat.
"Lulusnya Andika ini murni, tanpa uang sogokan. Hanya berbekal semangat, kemampuan, dan doa kami sebagai orang tua," ungkap Ahmad penuh syukur.
Keberhasilan Andika menarik perhatian Komandan Kodim 0203/Langkat, Letkol Inf Medwin Sangkakala, yang secara khusus datang mengunjungi rumah keluarga Andika pada Rabu (6/8/2025). Dalam kunjungannya, Dandim memberikan apresiasi dan semangat kepada keluarga sederhana tersebut.
"Kisah Andika ini jadi bukti bahwa masuk TNI tanpa pungutan biaya dan dilakukan secara transparan. Siapa pun bisa lulus jika mempersiapkan diri dengan sungguh-sungguh, tanpa melihat latar belakang ekonomi," tegas Dandim Medwin.
Ia juga berharap kisah ini menjadi inspirasi bagi para pemuda di Langkat dan daerah lainnya agar tidak ragu bermimpi besar meski berasal dari keluarga sederhana.
"Kami sangat terharu. Tidak menyangka rumah kami yang sederhana dikunjungi Dandim. Ini momen luar biasa dalam hidup kami," tutur Rafika, ibu Andika, dengan penuh haru.
Ahmad dan Rafika kini berharap anak sulung mereka dapat menyelesaikan pendidikan di Akmil dengan baik dan kelak mengabdi untuk bangsa dan negara.
"Semoga Andika sehat selalu, lulus dengan baik, dan menjadi kebanggaan keluarga serta bisa memberi manfaat bagi masyarakat," kata Ahmad.
Selain Andika, pasangan ini masih memiliki dua anak lainnya: Rafa Ubaidillah, siswa kelas 12 MAN 2 Tanjung Pura, dan Dinda Fafiza, siswi SD di Tanjung Pura.
Meski hidup dengan kondisi ekonomi pas-pasan, Ahmad dan Rafika percaya bahwa pendidikan, kerja keras, dan doa adalah kunci menuju masa depan yang lebih baik.(dwi/han)
Editor : Johan Panjaitan