Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

9 Gaya Hidup Boros Yang Membuat Kaum Pas-Pasan Sulit Kaya

Redaksi • Jumat, 15 Agustus 2025 | 10:40 WIB
Ilustrasi belanja boros.  (pixabay.com)
Ilustrasi belanja boros. (pixabay.com)

SUMUTPOS - Apa yang membuat kaum pas-pasan sulit keluar dari kehidupan melarat? Tak lain karena 9 gaya hidup berikut ini.

Sering terjadi di lingkungan sosial masyarakat kaum pas-pasan sulit membawa ekonomi yang lebih baik, padahal bekerja telah dilakukan secara maksimal.

Apa yang membuat para ekonomi pas-pasan sulit menapaki dirinya menjadi orang kaya, sebagian besar masalahnya adalah pada gaya hidup yang dijalani.

Banyak orang dengan ekonomi pas-pasan tidak menyadari kebiasaan tidak cermat mempergunakan uang membuat hidup menjadi melarat.

Dilansir dari kanal youtube Menuju Kekayaan, inilah 9 pemborosan yang membuat orang miskin terjebak pada kehidupan yang melarat hingga hari tua.

Panduan tips financial tersebut dikutip dari tips keuangan De Ramse, seorang ahli financial Amerika yang disebut berhasil membantu ribuan orang berhasil keluar dari kemiskinan.

1. Belanja secara impulsif
Kebiasaan belanja yang gila-gilaan tidak memperdulikan dan tidak bisa membedakan mana keinginan dan mana kebutuhan akan membuat hidup terjebak pada kemiskinan.

Jika kamu belanja dan tidak sanggup membayar 100 persen lunas berarti kamu tidak bisa membeli barang tersebut.

Ketika kamu belanja kebutuhan sederhana seperti membeli baju, tas dengan cara kredit kebiasaan itu akan menjebakmu menjadi melarat di kemudian hari.

Jika hari ini kamu masih belanja pakaian, kopi menggunakan kartu kredit, pay letter, pinjol sudah pasti akan membuat hidupmu akan sengsara di kemudian hari.

2. Rokok
Sudah bukan rahasia lagi orang Indonesia banyak kecandungan merokok. Menurut data per tahun 2021 jumlah perokok di Indonesia lebih dari 69 juta orang.

Baca Juga: FunRun Sunset 8 Km Sambut HUT RI ke-80 di Sergai Sukses Digelar, 1.400 Peserta Ramaikan Lomba

Di tahun 2023 jumlah meski harga rokok naik namun hal itu tidak berdampak pada pengurangan perokok.

Nah kamu yang perokok coba memotivasi diri untuk tidak merokok. Merokok bukan hanya tidak baik bagi kesehatan tapi juga merongrong keuanganmu.

Salah satu kebiasaan pemborosan termahal di rezim ini adalah merokok yang kinerjanya mirip kartu kredit yang menghabiskan uangmu sia-sia.

3. Terlambat bayar cicilan
Terlambat membayar cicilan juga salah satu prilaku pemborosan yang bikin hidup jadi melarat

Bayangkan ketika kamu terlambat membayar cicilan berupa rumah, sepeda motor bahkan Pinjol sekalipun berapa banyak dana yang harus dikeluarkan untuk membayar denda.

Membayar denda adalah uang keluar sia-sia yang dianalogikan seperti kamu sedang membakar uang.

Maka ketika gajian atau mendapatkan uang besar, prioritaskan terlebih dahulu membayar cicilan agar kamu tidak menanggung denda bunga pada akhirnya.

4. Belanja kopi di pagi hari
Percaya tidak rutinitas belanja kopi di pagi hari juga termasuk pemborosan keuangan. Ketika kamu memegang segelas kopi Starbuck dengan penuh bangga, bisa jadi kamu kelihatan kaya.

Tapi pada akhirnya kamu harus membayar gengsi dengan memboroskan uang. Kopi Starbuck yang kamu bayar 20-an ribu perhari adalah prilaku yang sia-sia jika keuanganmu masih pas-pasan.

Bagi para pecandu kopi coba hentikan ngopi di pagi hari dan coba hitung dalam waktu tiga bulan, sudah berapa kamu bisa mengumpulkan uang dari kebiasaan yang sia-sia.

5. Kebiasaan makan di luar
Orang yang dengan ekonomi pas-pasan yang kerap belanja makan di luar akan terjebak pada pola hidup gali lobang tutup lobang.

Pergunakan uang untuk memasak sendiri karena bisa jadi sekali kamu makan di luar telah bisa membiayai satu hari makan di rumah jika memasak sendiri.

6. Utang dengan kartu kredit
Sebelum kamu mengantongi kartu kredit coba hitung terlebih dahulu berapa penghasilanmu perbulan dan uang yang wajib keluar.

Jika ketika ditotalkan penghasilanmu masih pas-pasan untuk membiayai hidup, maka jangan gunakan kartu kredit.

Kartu kredit akan menjebak mu pada kehidupan boros. Seharusnya dari uang pas-pasan kamu bisa sedikit menambung, kini malah harus membayar cicilan utang. Belum lagi bung-bunganya.

7. Beli air kemasan
Kebiasaan membeli air kemasan botol juga termasuk perilaku pemborosan. Padahal jika membeli air galon maka bisa lebih banyak menghemat dan digunakan untuk seluruh keluarga.

Jika kamu bekerja di luar kebiasaan membawa minum dari rumah adalah adalah sebuah langkah sederhana untuk tidak boros.

8. Belanja pakaian bermerek
Gemar belanja pakaian bermerek juga termasuk gaya hidup boros yang harus dicegah oleh kamu yang sedang pada level ekonomi pas-pasan.

Orang yang menggilai pakaian bermerek adalah karena memiliki kebutuhan pengakuan alias gengsi.

Pada dasarnya baju atau pakaian kebutuhannya adalah untuk dipakai di badan, baik itu bermerek atau tidak.

Satu-satunya kelebihan dari pakaian branded adalah mendapatkan pujian dan gengsi namun hal itu tidak sebanding dengan harga uang yang harus dikeluarkan.

19 Garansi perpanjangan
Saat ini semakin banyak barang yang dijual diberikan garansi perpanjangan. Namun hal itu ada ongkos yang harus dikeluarkan.

Garansi perpanjangan juga termasuk dalam pemborosan dan trik perusahaan untuk mendapatkan uang lebih dari konsumen.

Barang seperti barang elektronik umumnya telah memiliki garansi sendiri. Misalnya Laptop, mereka telah melengkapi garansi 1 tahun diluar dari garansi toko.

Hindari membeli barang dengan jaminan garansi yang tidak perlu jika Anda harus kembali membayar uang.

Itulah 9 pemborosan yang nampak sepele namun harus dihindari oleh orang ekonomi pas-pasan agar tidak terjebat pada kehidupan melarat di kemudian hari. (sit)

Editor : Redaksi
#kaya #gaya hidup #boros