sumutpos.jawapos.com – Di balik jabatan mentereng sebagai Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, tersimpan kisah perjuangan yang tak biasa dari Stella Christie. Siapa sangka, saat menempuh pendidikan di Harvard University, ia pernah bekerja sebagai pembersih toilet demi memenuhi kebutuhan hidup.
Melansir Instagram @pandemictalks, Rabu (15/4/2026), kisah ini menjadi pengingat bahwa jalan menuju kesuksesan tak selalu mulus, bahkan bagi mereka yang berhasil menembus kampus elite dunia.
Saat kuliah di Harvard, Stella memang mendapatkan beasiswa penuh yang mencakup biaya kuliah, tempat tinggal, hingga makan. Namun, kebutuhan lain seperti uang saku harus ia cari sendiri.
Baca Juga: Kapolsek Binjai Utara Dipromosikan Jadi Wakapolres Padangsidimpuan
“Kalau mau jalan-jalan dan bioskop saya tidak ada uang maka harus bekerja,” ungkapnya. Ia pun mengambil berbagai pekerjaan, mulai dari membantu di dapur hingga mencuci piring.
Namun, pekerjaan yang paling ia ingat adalah menjadi pembersih toilet di kampus. Bukan tanpa alasan, pekerjaan ini justru menawarkan bayaran lebih tinggi dibanding pekerjaan lain.
Di Harvard, mahasiswa diperbolehkan bekerja paruh waktu sesuai aturan. Stella membandingkan upah yang ia terima dari beberapa pekerjaan.
Bekerja di perpustakaan hanya dibayar sekitar 8 dolar AS per jam, sementara membersihkan toilet bisa menghasilkan hingga 13,50 dolar AS per jam.
Baca Juga: Taman Bercahaya Tanpa Listrik, Inovasi Ilmuwan China untuk Terangi Kota Masa Depan
Perbedaan itu membuatnya memilih pekerjaan yang mungkin dianggap “rendah” oleh sebagian orang, tetapi justru paling realistis untuk memenuhi kebutuhan.
Pengalaman bekerja sebagai petugas kebersihan memberi pelajaran penting bagi Stella. Ia menyadari bahwa tidak ada pekerjaan yang hina selama dilakukan dengan jujur.
Lingkungan Harvard juga membentuk pola pikirnya. Di sana, mahasiswa tidak dipandang rendah meski melakukan pekerjaan kasar. Sebaliknya, hal itu dianggap bagian dari proses belajar kehidupan.
Pengalaman tersebut membuatnya memahami berbagai lapisan masyarakat dan menumbuhkan sikap rendah hati.
Baca Juga: Kepsek SD di Kampung Rakyat Ditemukan Tewas di Rumah Kontrakan, Polisi Selidiki Penyebab
Dari perjalanan hidupnya, Stella menekankan bahwa latar belakang ekonomi bukan penghalang untuk meraih pendidikan tinggi.
“Jika kita mau, pasti ada cara,” menjadi pesan kuat yang ia sampaikan kepada generasi muda.
Kisah ini sekaligus mematahkan stigma bahwa kuliah di luar negeri selalu identik dengan kemewahan. Di balik itu, ada kerja keras, pengorbanan, dan mental pantang menyerah.
Kisah Stella Christie menjadi bukti bahwa kesuksesan tidak ditentukan oleh gengsi pekerjaan, melainkan oleh tekad untuk terus maju—apa pun jalan yang harus ditempuh.(lin)
Editor : Redaksi