Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Limbah Pelepah Pisang Disulap Jadi Bulu Mata Palsu Ramah Lingkungan

Redaksi • Selasa, 16 Juni 2026 | 16:48 WIB
dosen Universitas Negeri Padang (UNP), Vivi Efrianova, yang berhasil menciptakan bulu mata palsu dari serat pelepah batang pisang kepok.(Instagram @pandemictalks)
dosen Universitas Negeri Padang (UNP), Vivi Efrianova, yang berhasil menciptakan bulu mata palsu dari serat pelepah batang pisang kepok.(Instagram @pandemictalks)

 sumutpos.jawapos.com – Limbah pertanian yang selama ini dianggap tidak bernilai ternyata dapat diolah menjadi produk kecantikan berdaya guna tinggi. Inovasi tersebut dikembangkan oleh dosen Universitas Negeri Padang (UNP), Vivi Efrianova, yang berhasil menciptakan bulu mata palsu dari serat pelepah batang pisang kepok.

Melansir Instagram @pandemictalks, Selasa (16/6/2026), pengembangan produk ini berangkat dari keprihatinan terhadap meningkatnya penggunaan kosmetik berbahan sintetis yang berpotensi menambah timbunan sampah sulit terurai. Di sisi lain, pelepah pisang yang melimpah di sentra pertanian umumnya hanya menjadi limbah dan belum dimanfaatkan secara optimal.

Baca Juga: Heboh Besi Tower Telekomunikasi Dicuri di Binjai, Kasat: Terduga Pelaku Lebih Seorang

Melalui penelitian yang dilakukan di Departemen Tata Rias dan Kecantikan Fakultas Pariwisata dan Perhotelan UNP, serat pelepah batang pisang kepok diolah menjadi bahan alternatif untuk bulu mata palsu. Serat alami tersebut dinilai memiliki tekstur dan kilau yang menyerupai bulu mata asli, sekaligus lebih ringan saat digunakan.

“Produk bulu mata palsu yang terbuat dari serat pelepah batang pisang kepok dapat memberikan kontribusi yang signifikan pada keberlanjutan dan ramah lingkungan,” ujar Vivi.

Untuk menghasilkan produk yang siap digunakan, serat pelepah pisang harus melalui sejumlah tahapan pengolahan. Proses tersebut dimulai dari pemotongan bahan, penyerutan serat, pencucian, penjemuran, hingga pewarnaan. Setelah itu, serat dirangkai secara manual menjadi bulu mata palsu dengan bentuk dan ukuran tertentu.

Selain menghadirkan alternatif produk kecantikan yang lebih ramah lingkungan, inovasi ini juga membuka peluang peningkatan nilai tambah bagi sektor pertanian. Ketersediaan bahan baku yang bergantung pada kualitas pelepah pisang mendorong tim peneliti untuk melibatkan petani lokal dalam penyediaan serat.

Baca Juga: Bupati Batu Bara Hadiri Pembukaan MTQ Sumut ke-40, Beri Semangat Kafilah Raih Prestasi

Kolaborasi tersebut tidak hanya membantu menjaga mutu bahan baku, tetapi juga memberikan peluang ekonomi baru melalui pemanfaatan limbah pertanian yang sebelumnya kurang bernilai. Dengan demikian, inovasi ini berpotensi menciptakan rantai ekonomi sirkular yang menghubungkan sektor pertanian dan industri kecantikan.

Penggunaan bahan alami juga menjadi nilai tambah tersendiri, terutama bagi konsumen yang mengutamakan aspek keamanan dan keberlanjutan dalam memilih produk kecantikan. Serat pelepah pisang dinilai lebih mudah terurai di alam dibandingkan material sintetis yang umum digunakan pada produk sejenis.

Saat ini, bulu mata palsu berbahan serat pisang tersebut masih dalam tahap pengujian lebih lanjut. Tim peneliti juga tengah mengajukan hak paten atas inovasi tersebut serta menggandeng mitra industri, PT Nanotech Natura Indonesia, untuk mengembangkan teknologi pendukung melalui penerapan nanoteknologi pada produk.

Baca Juga: Riuh Ceria di Masjid Raya Gunungtua, Ratusan Anak RA se-Paluta Rayakan Wisuda Perdana

Jika berhasil dikomersialisasikan, inovasi ini tidak hanya menjadi solusi pengurangan limbah pertanian dan sampah kosmetik, tetapi juga memperlihatkan potensi besar pemanfaatan sumber daya lokal dalam menciptakan produk kecantikan yang berkelanjutan.(lin)

Editor : Redaksi
#Bulu Mata Palsu #Pisang Kepok #Limbah Pertanian #inovasi #Ramah Lingkungan