Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Abah Sarnuh, Petani 80 Tahun yang Ubah Aliran Air Jadi Sumber Listrik Mandiri di Sukabumi

Redaksi • Kamis, 25 Juni 2026 | 22:00 WIB
Abah Sarnuh (80), seorang petani asal Desa Sukamulya, Kecamatan Caringin, Kabupaten Sukabumi menciptakan sumber listrik mandiri dari aliran air di sekitar rumahnya. (Instagram @pandemictalks)
Abah Sarnuh (80), seorang petani asal Desa Sukamulya, Kecamatan Caringin, Kabupaten Sukabumi menciptakan sumber listrik mandiri dari aliran air di sekitar rumahnya. (Instagram @pandemictalks)

 

sumutpos.jawapos.com – Di tengah keterbatasan akses listrik di wilayah pedesaan, kisah inspiratif datang dari Abah Sarnuh (80), seorang petani asal Desa Sukamulya, Kecamatan Caringin, Kabupaten Sukabumi. Dengan kreativitas dan ketekunan, ia berhasil menciptakan sumber listrik mandiri dari aliran air di sekitar rumahnya.

Melansir Instagram @pandemictalks, Kamis (25/6/2026), melalui kincir air sederhana yang dirakit sendiri dan dihubungkan ke dinamo, Abah Sarnuh mampu menghasilkan energi listrik yang kini digunakan untuk menerangi dua rumah warga serta satu musala. Sistem tersebut telah berjalan tanpa ketergantungan pada jaringan listrik PLN, sekaligus tanpa biaya bulanan.

Abah Sarnuh mulai menetap di Desa Sukamulya sejak 1998. Ide untuk membangun pembangkit listrik sederhana itu muncul pada 2007, setelah ia menghadapi kendala biaya pemasangan listrik PLN yang dinilai terlalu mahal karena lokasi tempat tinggalnya yang terpencil.

Baca Juga: Nama Eks Ketua Hipmi, Akbar Himawan Buchari Disebut dalam Sidang Korupsi DJKA

Sejak saat itu, ia mulai merancang kincir air dari bahan-bahan sederhana yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar. Dengan memanfaatkan aliran air sungai kecil di dekat rumahnya, energi mekanik dari kincir kemudian diubah menjadi listrik melalui dinamo rakitan.

Meski terlihat sederhana, sistem yang ia bangun terbukti tahan lama. Hampir dua dekade berlalu, kincir air tersebut masih terus berfungsi dan menjadi sumber penerangan utama bagi sebagian warga sekitar.

Kisah Abah Sarnuh menjadi bukti bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk berinovasi. Di tengah isu ketahanan energi dan kebutuhan listrik pedesaan, inovasi berbasis potensi lokal seperti ini menunjukkan bahwa solusi alternatif bisa lahir dari tangan masyarakat sendiri.

Baca Juga: Pulang Kampung, Jeka Saragih Turun ke Jalan Rusak Simalungun

Lebih dari sekadar teknologi sederhana, apa yang dilakukan Abah Sarnuh juga mencerminkan kemandirian energi di tingkat akar rumput, sebuah gagasan yang kian relevan di tengah dorongan transisi energi berkelanjutan di Indonesia.(lin)

Editor : Redaksi
#kincir air #Inovasi Desa #Energi Mandiri #Sukabumi #Petani Inovatif