sumutpos.jawapos.com - Di tengah padatnya kawasan perkotaan Yogyakarta, sebuah inovasi pertanian menarik dilakukan oleh Kelompok Tani Swa Katon Asri di Wirobrajan. Mereka mencoba menanam padi menggunakan galon bekas sebagai wadah tanam, sebuah metode yang berbeda dari cara bercocok tanam padi pada umumnya.
Melansir Instagram @cretivox, Kamis (10/9/2026), ide tersebut bermula dari tantangan seorang dosen pertanian Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) yang mendorong kelompok tani tersebut untuk mengeksplorasi metode baru. Sebelumnya, Swa Katon Asri lebih banyak menanam sayuran, namun mereka kemudian mencoba memanfaatkan galon bekas untuk budidaya padi.
Setelah melewati proses perawatan sekitar 90 hari, ratusan galon yang berisi tanaman padi kini mulai mendekati masa panen. Tanaman tersebut tumbuh dengan baik meski berada di lingkungan perkotaan yang tidak memiliki lahan persawahan luas.
Baca Juga: BCA Expo 2026 Sambangi Medan, Ada Promo Spesial KPR, Kredit Kendaraan dan Beragam Solusi Finansial
Metode ini dinilai memiliki sejumlah keunggulan, terutama dalam pengelolaan air dan pemberian pupuk yang lebih mudah dikontrol. Selain itu, penggunaan galon bekas juga menjadi bentuk pemanfaatan kembali barang yang sudah tidak terpakai.
Meski ditanam dalam wadah sederhana, hasil pertumbuhan padi disebut mampu menghasilkan bulir yang tidak kalah dengan tanaman padi di sawah. Inovasi ini menjadi bukti bahwa pertanian dapat terus berkembang dan dilakukan di berbagai ruang, termasuk kawasan perkotaan.
Langkah Kelompok Tani Swa Katon Asri menunjukkan bahwa kreativitas dan teknologi sederhana dapat menjadi solusi untuk menghadirkan pertanian berkelanjutan di tengah keterbatasan lahan.(lin)
Editor : Redaksi