sumutpos.jawapos.com - Berawal dari sebuah pertemuan tak terduga dengan penumpang asal Amerika Serikat, Theo Suhandoko (52) menemukan peluang usaha yang mengubah perjalanan kariernya. Sarjana teknik mesin asal Jakarta Selatan itu kini memilih fokus mengelola jasa taksi khusus anjing setelah sebelumnya bekerja sebagai pengemudi taksi online.
Melansir Instagram @pandemictalks, Minggu (27/9/2026), ide layanan taksi anjing tersebut muncul ketika Theo mendapat penumpang yang membawa hewan peliharaan kesayangannya. Melihat perhatian dan kepedulian Theo terhadap anjing tersebut, sang penumpang kemudian merekomendasikan jasanya kepada komunitas pemilik anjing.
Dari rekomendasi mulut ke mulut, layanan yang dijalankan Theo perlahan berkembang. Ia mulai melihat kebutuhan para pemilik hewan peliharaan yang membutuhkan transportasi aman dan nyaman, terutama untuk membawa anjing ke dokter hewan, salon hewan, maupun berbagai keperluan lainnya.
Baca Juga: Pemkab Langkat Optimis Produk Lokal Tembus Pasar Lebih Luas
Perjalanan membangun usaha tersebut tidak selalu mudah. Saat pandemi Covid-19, Theo sempat menjalani tiga pekerjaan sekaligus untuk memenuhi kebutuhan hidup. Selain menjadi pengemudi taksi online dan mengelola taksi anjing, ia juga berjualan beras.
Namun, seiring berjalannya waktu, Theo melihat bisnis taksi anjing memiliki potensi yang lebih menjanjikan. Ia akhirnya memutuskan meninggalkan pekerjaan sebagai pengemudi taksi online dan mencurahkan tenaga untuk mengembangkan layanan transportasi khusus hewan tersebut.
Kini, jasa taksi anjing yang dikelolanya disebut mampu menghasilkan pendapatan hingga sekitar Rp1 juta per hari. Bagi Theo, perubahan profesi ini menjadi bukti bahwa peluang usaha dapat muncul dari pengalaman sederhana, selama mampu membaca kebutuhan masyarakat.
Baca Juga: Jaga Keutuhan Persatuan, Fauzi Ajak Masyarakat Pahami dan Terapkan Pancasila
Kisah Theo menunjukkan bagaimana kemampuan beradaptasi dan keberanian mengambil peluang baru dapat membuka jalan menuju pekerjaan yang sebelumnya tidak pernah terpikirkan.(lin)
Editor : Redaksi