Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Haiti Mencekam Akibat Serangan Gangster, KBRI Siapkan Evakuasi WNI

Admin SP • Rabu, 6 Maret 2024 | 08:21 WIB
KERUSUHAN: Kerusuhan yang terjadi di Haiti akibat serangan gangster. Pemerintah Haiti menetapkan status darurat nasional.
KERUSUHAN: Kerusuhan yang terjadi di Haiti akibat serangan gangster. Pemerintah Haiti menetapkan status darurat nasional.

PORT-AU-PRINCE, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Haiti menetapkan status darurat nasional. Kondisi darurat ditetapkan selama 72 jam termasuk pemberlakuan jam malam pasca serangan bersenjata para gangster.

Keputusan pada Minggu (3/3) itu diambil sebagai upaya untuk mendapatkan kendali atas negara tersebut. Serangan gangster di penjara utama ibu kota pada 28 Februari lalu membuat 3.700 narapidana melarikan diri. Mereka kini menguasai 80 persen wilayah Port Au Prince, Ibu Kota Haiti.

Dilansir dari Agence France-Presse (AFP), ketika insiden memanas, Perdana Menteri (PM) Ariel Henry masih berada di luar negeri usai melakukan perjalanan ke Nairobi, Kenya. Kunjungan itu dalam rangka pembahasan pengiriman pengiriman pasukan keamanan multinasional PBB yang dipimpin Kenya ke Haiti.

Imbas hal itu, sekolah-sekolah dan bank-bank tutup. Para warga memilih berlindung baik di sekolah, tempat olahraga, pusat kebugaran dan gedung-gedung publik. Sejumlah fasilitas itu ada yang tidak dilengkapi toilet, fasilitas kesehatan atau air minum yang memadai.

’’Pagi ini (kemarin, Red) kota ini lumpuh. Transportasi umum praktis terhenti, kendaraan pribadi jarang ada, dan sekolah ditutup. Beberapa jalan juga dibarikade,’’ kata Koordinator LSM medis Alima Carlotta Pianigiani kepada AFP. Pianigiani menyebut, 15.000 orang mengungsi dalam beberapa minggu terakhir. Kerusuhan memaksa sejumlah rumah sakit tidak bisa beroperasi.

Kelompok gangster itu dipimpin oleh Jimmy Cherizier, mantan polisi dan dikenal sebagai Barbecue. Saat ini, Barbecue tengah menyandera Kepala Polisi Nasional dan para Menteri Kabinet PM Ariel Henry.

Di tengah kondisi mencekam itu, tujuh orang warga negara Indonesia (WNI) dilaporkan masih bertahan di Port au Prince. Mereka diketahui bekerja sebagai spa terapis yang letaknya sekitar 40 menit dari lokasi kerusuhan di jantung Port-au-Prince.

Nana Yuliana, Duta Besar LBBP RI Untuk Kuba, Merangkap Jamaika, Persemakmuran Bahama, Republik Dominika dan Haiti menyatakan, pihaknya telah berkomunikasi dengan para WNI tersebut. Mereka diimbau untuk waspada dan tetap berada di rumah. ’’Sampai saat ini mereka dalam keadaan aman dan tempat mereka bekerja jauh dari wilayah konflik,’’ ujarnya.

Kendati demikian, Nana mengaku telah menyiapkan skenario evakuasi, jika situasi makin tak terkendali. Para WNI akan dipindahkan ke negara tetangga, yaitu Republik Dominikana. Lokasinya sekitar 63 kilometer dan bisa ditempuh kurang lebih 1 jam. Skenario lain, para WNI didorong untuk keluar dari Haiti dan mencari pekerjaan di negara Karibia lainnya yang lebih aman. (dee/mia/bay/jpg/ila)

 

Editor : Redaksi
#kbri #haiti rusuh #wni