Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Makam Firaun Pertama Ditemukan

Juli Rambe • Jumat, 21 Februari 2025 | 08:50 WIB
Ilustrasi makam firaun.
Ilustrasi makam firaun.

 

SUMUTPOS.CO- Makam Thutmose II, seorang firaun yang menikah dengan Ratu Hatshepsut dan memerintah Mesir sekira 3.500 tahun yang lalu, telah ditemukan di sebelah barat Lembah Para Raja.

Kementerian Pariwisata dan Purbakala Mesir pada Selasa (18/2) mengumumkan bahwa penemuan di dekat Luxor itu merupakan makam kerajaan firaun pertama yang ditemukan sejak harta karun makam Tutankhamun terungkap pada 1922, lebih dari satu abad lalu.

Makam Thutmose ditemukan di sebelah barat Lembah Para Raja, salah satu situs arkeologi paling penting di dunia yang menjadi tempat pemakaman banyak bangsawan Mesir kuno, termasuk Tutankhamun atau Raja Tut.

Piers Litherland, Ahli Mesir Kuno di University of Cambridge dan salah satu pemimpin tim yang menemukan makam itu mengatakan "Pemakaman itu dipindahkan secara keseluruhan."

Para arkeolog pertama kali menemukan makam itu pada Oktober 2022, kata pernyataan itu, tetapi baru pada akhir musim penggalian tahun 2024 dan awal tahun 2025 ketika tembikar, yang menyandang nama Thutmose II, dianalisispara peneliti dapat mengidentifikasi tempat pemakaman itu sebagai makam firaun.

Salah satu potongan tembikar "memiliki label yang menunjukkan bahwa itu berisi natron yang digunakan untuk pembalseman," kata Litherland. 

"Ini menegaskan bahwa penguburan awalnya memang terjadi di makam itu."

Makam itu panjangnya sekitar 95,1 kaki (29 meter) dan berisi ruang pemakaman berukuran 17,4 x 17,1 x 11,2 kaki (5,3 x 5,2 x 3,4 meter), kata Litherland.

Kementerian Purbakala Mesir pada Selasa (18/2) menyebut penemuan ini sebagai "salah satu terobosan arkeologi paling signifikan dalam beberapa tahun terakhir."

Profesor Mohamed Abdel-Badel, kepala Sektor Purbakala Mesir, mengatakan kepada Archaeology News bahwa timnya sedang memulihkan pecahan plester bertuliskan huruf biru, termasuk bagian dari Kitab Amduat, yang disebut sebagai "teks pemakaman utama dalam ritual pemakaman kerajaan."

 

Makam Thutmose kini menjadi salah satu keajaiban Mesir kuno yang berpotensi menarik lebih banyak wisatawan. Tahun lalu, Mesir mencatat 15,7 juta kunjungan wisatawan dan tahun ini membidik 18 juta pengunjung.

Siapakah Thutmose II?

Dari silsilah, Thutmose II adalah leluhur Tutankhamun.

Menurut Museum Nasional Peradaban Mesir, berapa lama sang firaun memerintah masih menjadi bahan perdebatan, dan museum melaporkan bahwa ia mungkin memerintah kurang dari lima tahun. Namun, beberapa pakar meyakini masa pemerintahannya berlangsung lebih lama, dengan Museum Seni Metropolitan di New York City memperkirakan bahwa ia memerintah sekira tahun 1492 hingga 1479 SM.

Catatan sejarah menunjukkan bahwa selama masa pemerintahannya, Thutmose II menumpas pemberontakan di Nubia, sebuah wilayah di wilayah yang sekarang menjadi Mesir selatan dan Sudan utara yang saat itu dikuasai oleh Mesir. Catatan sejarah juga menyebutkan bahwa ia melakukan kampanye militer di Mediterania timur bersama pasukannya, dan bertualang hingga ke wilayah Suriah modern.

Thutmose II mungkin paling terkenal karena menikahi saudara tirinya, Hatshepsut. Setelah kematian Thutmose II, Hatshepsut naik takhta menjadi firaun wanita.

Untuk diketahui, Firaun adalah gelar yang digunakan untuk raja-raja Mesir Kuno. Peran firaun sebagai penghubung antara tuhan dan manusia. (bbs/ram)

Editor : Juli Rambe