Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Alasan Rachel Gupta Kembalikan Mahkota Miss Grand International 2024, Dari Dilecehkan hingga Tak Bergaji

Juli Rambe • Selasa, 3 Juni 2025 | 18:20 WIB
Rachel Gupta. (Dok: MGI)
Rachel Gupta. (Dok: MGI)

 

SUMUTPOS.CO- Pemenang Miss Grand International 2024 asal India, Rachel Gupta mengejutkan publik dengan mengembalikan mahkota yang diraihnya.

Dalam video berdurasi 56 menit di saluran YouTube resminya, wanita kelahiran Punjab pada 24 Januari 2004 ini menjelaskan alasan dirinya mundur.

Dalam pernyataannya, Rachel mengungkapkan selama 7 bulan setelah kemenangannya merupakan periode terburuk dalam hidupnya. Ia mengklaim mengalami pelecehan, penelantaran, dan tekanan mental yang berkepanjangan dari pihak penyelenggara.

Meskipun MGI mengklaim mencopot gelarnya karena dianggap tidak menjalankan tugas di Guatemala, Rachel menegaskan ia diperlakukan secara tidak adil dan tidak manusiawi sejak awal penobatan. Lebih lanjut, Rachel mengungkapkan kehidupannya sebagai ratu kecantikan tidak seindah yang dibayangkan.

Rachel mengaku tinggal di tempat yang tidak layak, tidak mendapatkan dukungan finansial, dan dipaksa untuk melakukan tindakan yang bertentangan dengan nilai-nilai advokasi yang dijunjungnya.

Jadi Korban Pelecehan

Rachel mengungkapkan selama masa jabatannya sebagai Miss Grand International, ia mengalami pelecehan baik secara verbal maupun fisik dari pihak organisasi. Ia menuturkan dirinya sering kali menjadi korban body shaming dan mengalami tindakan yang tidak pantas, seperti dicubit oleh perwakilan organisasi untuk menunjukkan bagian tubuh yang dianggap perlu 'dikurangi.'

"Saya mengalami body shaming, termasuk insiden di mana perwakilan mencubit saya secara fisik untuk menunjukkan bagian tubuh mana yang 'harus saya kurangi berat badannya'," katanya.

Ia juga menambahkan perlakuan semacam ini berlangsung secara terus-menerus dan berdampak negatif pada kesehatan mentalnya. Rachel menyebut pengalaman tersebut sebagai 'siksaan mental' yang merusak harga dirinya.

Dia merasa standar kecantikan yang dipaksakan kepadanya sangat tidak manusiawi, sehingga mengakibatkan hilangnya kepercayaan diri selama menjalani tugasnya sebagai ratu kecantikan.

Tinggal di Tempat Tak Layak

Walaupun memiliki gelar internasional, Rachel mengungkapkan tinggal di sebuah rumah tua yang terletak di daerah terpencil di Thailand, tanpa fasilitas dasar yang memadai. Dia bahkan tidak memiliki alat transportasi, peralatan masak, atau telepon yang memadai.

"Saya vegetarian dan permintaan saya untuk mengisi kulkas dengan buah-buahan diabaikan ... Mereka bahkan tidak bisa menyediakan buah untuk saya," ujarnya.

Selain itu, sering kali makanan yang seharusnya diterima datang terlambat atau bahkan tidak tiba sama sekali. Kondisi yang dialaminya ini sangat kontras dengan citra mewah yang biasanya ditampilkan oleh organisasi tersebut.

Rachel merasa terasing dan sangat minim mendapatkan bantuan, baik dari segi logistik maupun dukungan emosional dari MGI.

Tidak Bergaji

Dalam video tersebut, Rachel mengungkapkan dia hanya menerima gaji pada bulan pertama saat menjabat, yaitu bulan November. Setelah itu, ia tidak mendapatkan dukungan finansial lagi.

"Orang tua saya harus mengirimkan uang kepada saya," ungkapnya.

Ia juga menambahkan uang sebesar USD1.000 miliknya hilang dalam perjalanan kerja, dan pihak organisasi tidak bertanggung jawab atas kejadian tersebut.

Rachel juga menyatakan bahwa beberapa negara melakukan pembayaran suara dalam bentuk donasi untuk memastikan kemenangan perwakilannya.

"Satu-satunya alasan saya menang adalah karena dukungan publik," katanya.

Disuruh Jualan

Rachel merasa sangat kecewa karena selama masa jabatannya, ia lebih sering diminta untuk fokus pada penjualan produk ketimbang menjalankan misi sosial yang seharusnya menjadi prioritas. 

Ia bahkan terpaksa melakukan siaran langsung di TikTok untuk mempromosikan produk seperti saus cabai.

"Tidak ada advokasi yang nyata," ungkapnya.

Hal ini semakin diperparah dengan pernyataan presiden MGI, Nawat Itsaragrisil, yang menyebut advokasi adalah hal 'tidak berguna

Terakhir dia menutup video dengan pernyataan tegas kepada calon peserta kontes.

Jika kamu berpikir untuk mendukung atau mengikuti ajang ini, harap benar-benar sadar. Bahkan jika kamu menang, kamu akan sendirian," kata Rachel Gupta. (bbs/ram)

 

Editor : Juli Rambe