TEHERAN, Sumutpos.jawapos.com- Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengungkapkan bahwa Israel diduga kuat telah mencoba membunuhnya melalui serangan udara yang diarahkan ke lokasi rapat yang sedang dia hadiri.
Pernyataan mengejutkan itu disampaikan dalam wawancara eksklusif dengan tokoh media asal Amerika Serikat (AS), Tucker Carlson, yang dirilis pada Senin (7/7) waktu setempat.
Itu menjadi salah satu wawancara pertama Pezeshkian dengan media Barat sejak pecahnya konflik 12 hari antara Iran dan Israel bulan lalu. "Mereka memang mencoba. Mereka bertindak sesuai rencana, tetapi mereka gagal," ujarnya kepada Carlson melalui penerjemah seperti dikutip The Guardian kemarin (8/7).
"Itu bukan AS. Itu Israel. Aku berada dalam sebuah rapat? mereka mencoba membombardir area tempat kami menggelar pertemuan tersebut," sambungnya.
Namun demikian, Pezeshkian tidak secara eksplisit menjelaskan apakah serangan tersebut terjadi selama perang 12 hari atau pada momen lainnya. Meski begitu, tuduhan ini mempertegas bahwa eskalasi antara Teheran dan Tel Aviv telah melampaui dimensi militer dan masuk ke ranah politik tingkat tinggi.
Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengklaim bahwa dirinya pernah mencegah upaya Israel untuk membunuh Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei. Selama perang 12 hari, Israel mengklaim telah membunuh lebih dari 30 pejabat tinggi keamanan dan 11 ilmuwan nuklir Iran. (din/dns)
Editor : Johan Panjaitan