Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Truk Pengangkut Bantuan Masuk ke Gaza

Juli Rambe • Selasa, 14 Oktober 2025 | 03:00 WIB
OMAR AL-QATTA/AFP RATA DENGAN TANAH: Seorang wanita Palestina duduk di tengah kehancuran bangunan sekolah di kawasan Al-Tuffah, timur laut Gaza, imbas serangan Israel kemarin (4/4).
OMAR AL-QATTA/AFP RATA DENGAN TANAH: Seorang wanita Palestina duduk di tengah kehancuran bangunan sekolah di kawasan Al-Tuffah, timur laut Gaza, imbas serangan Israel kemarin (4/4).

 

SUMUT POS- Ratusan truk bantuan kemanusiaan mulai memasuki Jalur Gaza melalui perbatasan Kerem Shalom, Minggu (12/10). Hal ini karena sudah tercapainya kesepakatan untuk gencatan senjata antara Israel dan Hamas.

Konvoi bantuan yang dikawal oleh Bulan Sabit Merah Mesir membawa berbagai kebutuhan mendesak, termasuk obat-obatan, tenda, selimut, bahan bakar, serta makanan pokok. 

Sebelum memasuki wilayah Gaza, setiap truk diperiksa oleh pasukan Israel sebagai bagian dari prosedur keamanan yang ditetapkan dalam perjanjian tersebut.

Pemerintah Mesir menyatakan telah mengirim 400 truk bantuan, sementara Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyiapkan sekitar 170.000 ton bahan makanan, obat-obatan, dan perlengkapan darurat lainnya.

“Jumlah tersebut cukup untuk memenuhi kebutuhan pangan lebih dari dua juta warga Gaza hingga tiga bulan ke depan,” tulis World Food Programme (WFP) dalam pernyataannya.

Mulai Minggu ini, jumlah bantuan yang masuk ke wilayah Gaza diperkirakan akan meningkat hingga 600 truk per hari, sebagaimana diatur dalam kesepakatan gencatan senjata.

Selama dua tahun terakhir, blokade bantuan yang diberlakukan Israel telah memicu krisis kelaparan parah di berbagai wilayah Gaza. Sebuah badan PBB pada Agustus lalu bahkan mengonfirmasi terjadinya kelaparan massal di beberapa area akibat keterbatasan akses pangan dan air bersih.

Israel sebelumnya menuding Hamas mencuri bantuan kemanusiaan, dan kemudian meluncurkan lembaga baru bernama Gaza Humanitarian Foundation (GHF), organisasi yang didukung Amerika Serikat untuk mengelola distribusi bantuan. 

Namun nasib lembaga itu kini tak jelas. Warga Palestina di Rafah dan Gaza Tengah mengatakan beberapa pusat distribusi GHF telah dibongkar pada akhir pekan.

Sementara itu, puluhan ribu warga Palestina mulai kembali ke Gaza City dan wilayah utara untuk mencari sisa-sisa rumah mereka yang hancur akibat perang berkepanjangan. 

Data UNRWA menunjukkan, sekitar 1,9 juta warga Gaza, atau 90 persen dari total populasi, telah mengungsi selama dua tahun terakhir, banyak di antaranya harus berpindah tempat berkali-kali.

Laporan United Nations Satellite Centre mencatat bahwa hingga akhir September, 83 persen bangunan di Gaza City rusak atau hancur total, sementara secara keseluruhan 78 persen infrastruktur di seluruh Gaza terdampak parah. 

Program Lingkungan PBB (UNEP) memperkirakan sekitar 61 juta ton puing, setara dengan 25 Menara Eiffel, harus dibersihkan sebelum proses rekonstruksi dimulai. (jpc/ram)

Editor : Juli Rambe
#Gencatan senjata Hamas vs Israel #Truk bantuan masuk gaza