Sumutpos.jawapos.com-Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) terpaksa mengambil langkah besar dengan memangkas 2.371 posisi, setara hampir seperempat dari total tenaga kerjanya.
Keputusan ini merupakan dampak langsung dari hengkangnya Amerika Serikat (AS) sebagai donor utama, yang mengguncang stabilitas pendanaan organisasi kesehatan global tersebut.
Menurut laporan The Guardian, pemutusan hubungan kerja ini ditargetkan rampung pada Juni 2026. Per Januari 2025, WHO memiliki 9.401 staf yang tersebar di seluruh dunia. Dengan keluarnya AS dari barisan pendonor, WHO harus menyesuaikan struktur operasionalnya untuk menghadapi realitas finansial baru.
Selain pengurangan staf, WHO juga melakukan perampingan signifikan pada struktur manajerial di kantor pusat Jenewa. Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, menggambarkan proses ini sebagai langkah yang “menyakitkan tetapi diperlukan” dalam pesan internal kepada seluruh staf.
Di balik langkah drastis tersebut, WHO tengah menghadapi kekurangan anggaran mencapai USD 1,06 miliar untuk periode 2026–2027. Situasi ini memaksa organisasi itu bergerak cepat mencari sumber pendanaan alternatif, termasuk dari negara anggota, donor swasta, hingga lembaga filantropi.
Pemangkasan besar-besaran ini bukan hanya menggambarkan betapa besar ketergantungan WHO pada dana AS, tetapi juga menandai perubahan besar dalam arah organisasi.
Tantangan ke depan bukan hanya soal memperbaiki arus pendanaan, tetapi menjaga kemampuan WHO dalam merespons krisis kesehatan global di tengah sumber daya yang menyusut.(jpg/han)
Editor : Johan Panjaitan