Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Kukuh Bela Greenland, Uni Eropa Siap Balas Kebijakan Tarif AS

Johan Panjaitan • Selasa, 20 Januari 2026 | 11:50 WIB
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. FOTO: int.
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. FOTO: int.

BRUSEL, Sumutpos.jawapos.com-Uni Eropa (UE) tengah mempertimbangkan langkah balasan berupa pengenaan tarif terhadap barang-barang asal Amerika Serikat (AS). Opsi ini menguat menyusul ancaman Presiden AS Donald Trump yang berencana mengenakan tarif terhadap delapan negara Eropa yang menentang wacana akuisisi Greenland.

Dalam pernyataan bersama, para pemimpin Denmark, Norwegia, Swedia, Prancis, Jerman, Inggris, Belanda, dan Finlandia mengecam keras ancaman tersebut. Mereka menegaskan komitmen mempertahankan kedaulatan wilayah serta memperingatkan bahwa kebijakan tarif sepihak berpotensi merusak hubungan transatlantik yang selama ini menjadi pilar stabilitas politik dan ekonomi global.

Para diplomat senior Uni Eropa menggelar pertemuan darurat pada Minggu (17/1) untuk membahas kemungkinan menghidupkan kembali rencana tarif balasan terhadap produk-produk AS. Skema tersebut sebelumnya ditangguhkan setelah tercapainya kesepakatan dagang antara pemerintahan Trump dan Uni Eropa pada musim panas lalu.

Presiden Prancis Emmanuel Macron secara terbuka mendorong Uni Eropa menggunakan instrumen antikoersi, yang kerap dijuluki big bazooka. Instrumen ini dirancang untuk mencegah dan membalas praktik pemaksaan ekonomi atau politik oleh negara lain.

“Jika ancaman tarif ini berlanjut, Eropa harus siap membela diri dengan segala cara, termasuk langkah-langkah ekonomi yang tegas,” ujar Macron, seperti dikutip AFP.

Menyasar Mobil hingga Produk Konsumen

Rencana pembalasan Uni Eropa diperkirakan mencakup bea masuk terhadap mobil buatan AS, barang industri, serta produk makanan dan minuman. Ancaman Trump terkait Greenland—wilayah otonom di bawah kedaulatan Denmark—telah memperlebar jurang ketegangan antara Washington dan Eropa.

Trump berulang kali menyatakan bahwa Denmark dan NATO tidak mampu menangkal ancaman Rusia terhadap Greenland, sehingga menurutnya Amerika Serikat perlu mengambil langkah lebih jauh. Pernyataan tersebut memicu penolakan keras dari negara-negara Eropa.

Presiden Finlandia Alexander Stubb menegaskan bahwa Eropa akan tetap berdiri di belakang Denmark dan Greenland. Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni menyebut kebijakan tarif Trump sebagai “kesalahan besar”, sementara Menteri Luar Negeri Belanda David van Weel menilai ancaman tersebut sebagai bentuk pemerasan terhadap sekutu.

“Ini adalah pemerasan terhadap negara-negara sekutu,” tegas Van Weel.

Uni Eropa dijadwalkan menggelar KTT Darurat pada Kamis (22/1) untuk menentukan langkah lanjutan. Meski mempertimbangkan respons tegas, UE tetap menyatakan komitmen menjaga dialog dan hubungan baik dengan Amerika Serikat.

Ketegangan dagang AS–Eropa mulai memicu gejolak di pasar global. Harga emas dan perak pada Senin (19/1) mencetak rekor tertinggi seiring meningkatnya kekhawatiran perang dagang.

Di sisi lain, mengutip Straits Times, pasar saham Asia melemah, sementara dolar AS tertekan karena investor beralih ke aset aman seperti yen Jepang dan franc Swiss. Dolar AS tercatat turun 0,4 persen terhadap franc Swiss menjadi 0,7988, dan melemah 0,2 persen menjadi 157,80 terhadap yen Jepang.

Situasi ini menandai meningkatnya ketidakpastian global, di mana isu geopolitik dan perdagangan kembali menjadi faktor utama penentu arah pasar dan hubungan internasional.(jpg/han)

Editor : Johan Panjaitan
#donald trump #amerika serikat #uni eropa #tarif #Greenland