Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Iran Hujani Israel dengan Rudal, AS Mulai Retak dari Dalam

Johan Panjaitan • Kamis, 19 Maret 2026 | 10:00 WIB

LUNCURKAN: Iran meluncurkan ratusan bom balistik dan drone ke Israel. foto: edition.cnn.com
LUNCURKAN: Iran meluncurkan ratusan bom balistik dan drone ke Israel. foto: edition.cnn.com

TEHERAN, Sumutpos.jawapos.com-Timur Tengah kembali di ambang ledakan besar. Iran tak butuh waktu lama untuk membalas. Setelah dua petinggi pentingnya tewas, Teheran langsung menggila—rentetan rudal meluncur deras ke Israel, menandai babak baru konflik paling panas tahun ini.

Kematian Ali Larijani dan Gholamreza Soleimani jadi pemantik. Tapi yang mengejutkan, ini bukan sekadar aksi balas dendam. Ini pesan keras: Iran tidak bisa dilumpuhkan.

Khamenei Tewas, Iran Malah Makin Beringas

Saat Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei tewas, banyak pihak—terutama Amerika Serikat—mengira Iran akan runtuh dari dalam.

Alih-alih kacau, Iran justru makin solid. Sistem mereka langsung bergerak. Komando militer tersebar, kepemimpinan berganti tanpa jeda. Mesin negara tetap berjalan—bahkan lebih agresif.

“Iran bukan bergantung pada satu orang,” tegas Menlu Abbas Araghchi.

Balasan Iran bukan gertakan. Dalam hitungan jam, Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) menghantam target Israel dan aset-aset AS di kawasan Teluk.

Laporan menyebut lebih dari 10 pangkalan militer sudah jadi sasaran. Langit Timur Tengah berubah jadi arena perang terbuka.

Panglima Amir Hatami bahkan terang-terangan mengancam: serangan ini baru permulaan.

Strategi Barat Kena Bumerang

Yang terjadi justru di luar skenario Washington dan Tel Aviv. Serangan demi serangan yang menargetkan elite Iran malah mempersatukan rakyatnya.

Analis Mohamad Elmasry menyebut ini seperti permainan “Whac-A-Mole”—jatuhkan satu, muncul yang lain. Bedanya, Iran makin kuat setiap kali dipukul.

Geger di Washington: Orang Dalam Mulai Membelot

Drama tak kalah panas terjadi di AS. Direktur Kontraterorisme Nasional Joe Kent tiba-tiba mundur.

Ia menuding Presiden Donald Trump telah “ditipu” oleh Israel hingga menyeret Amerika ke perang yang bukan urusannya.

Pernyataan ini ibarat bom politik di jantung Washington—menandakan perpecahan serius di dalam pemerintahan sendiri.

Kini, situasi bukan lagi sekadar konflik biasa. Ini sudah berubah jadi pertarungan terbuka dengan risiko meluas ke perang regional.

Dari Teheran sampai Washington, satu pesan jelas terdengar: ini bukan akhir—ini baru awal.(jpg/han)

Editor : Johan Panjaitan
#rudal #israel #iran