Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Efek Konflik Global, Warga Hong Kong Hadapi Harga BBM Selangit

Redaksi • Senin, 6 April 2026 | 19:56 WIB
harga bensin di Hong Kong telah menembus sekitar 15,6 dolar AS per galon atau setara lebih dari Rp70 ribu per liter
harga bensin di Hong Kong telah menembus sekitar 15,6 dolar AS per galon atau setara lebih dari Rp70 ribu per liter

sumutpos.jawapos.com – Konflik yang memanas di kawasan Timur Tengah kini mulai berdampak luas ke berbagai belahan dunia. Salah satu yang paling terasa adalah lonjakan harga energi, yang membuat Hong Kong mencatat rekor sebagai wilayah dengan harga bahan bakar minyak (BBM) termahal di dunia.

Melansir Instagram @lambegosiip, Senin (6/4/2026), berdasarkan laporan terbaru, harga bensin di Hong Kong telah menembus sekitar 15,6 dolar AS per galon atau setara lebih dari Rp70 ribu per liter. Kenaikan drastis ini dipicu oleh terganggunya pasokan minyak global akibat konflik yang melibatkan Iran dan negara-negara Barat. 

Lonjakan harga minyak dunia terjadi karena jalur distribusi vital seperti Selat Hormuz ikut terdampak. Jalur ini diketahui menjadi lintasan sekitar 20 persen pasokan minyak global, sehingga gangguan sedikit saja langsung memicu gejolak harga secara signifikan.

Baca Juga: Tes Urine Pegawai Lapas Medan, 128 Dinyatakan Negatif Narkoba

Kondisi ini berdampak besar bagi kawasan Asia, termasuk Hong Kong yang sangat bergantung pada impor energi dari Timur Tengah. Ketika pasokan terganggu, harga energi pun melonjak tajam dan sulit dikendalikan. 

Tak hanya berdampak pada pengguna kendaraan pribadi, kenaikan harga BBM juga menekan sektor ekonomi secara luas. Biaya logistik meningkat, yang pada akhirnya berpotensi mendorong kenaikan harga barang dan jasa di berbagai sektor. 

Fenomena ini juga memicu perubahan perilaku masyarakat. Sejumlah warga Hong Kong bahkan mulai mencari alternatif dengan mengisi bahan bakar di wilayah China daratan yang menawarkan harga jauh lebih murah. 

Para ekonom menilai, jika konflik terus berlanjut, harga energi berpotensi tetap tinggi dalam jangka waktu yang tidak singkat. Hal ini dapat memperbesar tekanan inflasi global dan memperlambat pertumbuhan ekonomi, khususnya di negara-negara yang bergantung pada impor energi.

Baca Juga: Program MBG di Sumut Sudah Jangkau Jutaan Siswa, Kendala Utama di Bahan Baku

Dengan kondisi ini, Hong Kong menjadi contoh nyata bagaimana konflik geopolitik di satu kawasan dapat memberikan dampak langsung terhadap kehidupan ekonomi masyarakat di wilayah lain.

Kenaikan harga BBM yang fantastis ini langsung ramai diperbincangkan di media sosial. Banyak netizen mengaku terkejut dengan angka yang dinilai “tidak masuk akal”.

Sebagian warganet menyoroti efek domino konflik global terhadap kehidupan sehari-hari.

“Perang jauh di sana, tapi dompet kita ikut kena,” tulis salah satu netizen.

Ada juga yang membandingkan dengan harga BBM di Indonesia yang relatif masih terkendali.

Baca Juga: Pria Ditemukan Tewas di Tepi Jalan, Saksi Sebut Sempat Terdengar Jeritan

“Kalau sampai segitu di sini, mungkin sudah pada beralih ke sepeda semua,” komentar lainnya.

Namun, tidak sedikit pula yang menilai kondisi ini sebagai peringatan bahwa ketergantungan terhadap energi fosil masih menjadi masalah besar dunia.(lin)

Editor : Redaksi
#harga bbm #hongkong #bbm #krisis energi #timur tengah