SUMUT POS- Garda Revolusi Iran (IRGC) kembali menebar ancaman sebagai balasan pada Donald Trump.
Pada Senin (13/4), IRGC memperingatkan "tidak ada pelabuhan di Teluk dan Laut Oman yang akan aman" setelah Amerika Serikat memberlakukan blokade lalu lintas kapal ke dan dari pelabuhan Iran melalui Selat Hormuz.
Keamanan pelabuhan di kawasan Teluk dan Laut Oman harus berlaku "bagi semua pihak atau tidak sama sekali," kata IRGC dalam pernyataan yang disiarkan televisi pemerintah Iran, IRIB.
Baca Juga: Timnas Indonesia Hajar Timor Leste 4-0 di Piala AFF U-17
Angkatan bersenjata Iran, menurut pernyataan itu, menganggap pembelaan hak hukum negara sebagai kewajiban sah, termasuk pelaksanaan kedaulatan atas perairan teritorial.
"Kapal-kapal yang berafiliasi dengan musuh" akan dilarang melintasi Selat Hormuz, sementara kapal lain dapat melintas sesuai peraturan yang ditetapkan Iran.
IRGC juga menyatakan Iran akan menerapkan mekanisme permanen untuk mengendalikan Selat Hormuz, bahkan setelah perang. "Pembatasan yang diberlakukan oleh Amerika Serikat terhadap pergerakan maritim di perairan internasional adalah ilegal dan setara dengan pembajakan," sebut pernyataan itu.
Sebelumnya, AS menyatakan akan memberlakukan blokade terhadap pelabuhan Iran mulai Senin pukul 14.00 GMT (21.00 WIB). Langkah itu diambil setelah pembicaraan langsung antara AS dan Iran di Islamabad, Pakistan, pada Sabtu berakhir tanpa kesepakatan. (jpc/ram)
Editor : Juli Rambe