Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Iran Beri Tenggat Sebulan ke AS, Desak Akhiri Blokade Selat Hormuz dan Hentikan Konflik

Johan Panjaitan • Minggu, 3 Mei 2026 | 18:30 WIB
selat Holmuz. (qoo10)
selat Holmuz. (qoo10)

 

TEHERAN, Sumutpos.jawapos.com- Ketegangan geopolitik kembali memasuki fase krusial. Iran menetapkan tenggat waktu satu bulan kepada Amerika Serikat untuk mencapai kesepakatan strategis, termasuk pembukaan akses maritim di Selat Hormuz serta penghentian konflik yang melibatkan kawasan Iran dan Lebanon.

Langkah ini dituangkan dalam proposal revisi berisi 14 poin yang telah disampaikan Teheran kepada Washington pada akhir April lalu. Dokumen tersebut menegaskan urgensi penyelesaian sengketa, dengan garis waktu ketat yang mengikat proses negosiasi awal.

Sumber yang mengetahui isi proposal menyebutkan bahwa fokus utama mencakup pengakhiran blokade laut, pemulihan akses pelayaran internasional, serta dorongan menuju gencatan senjata berkelanjutan. Tahap lanjutan perundingan, menurut dokumen itu, hanya akan berjalan jika kesepakatan awal berhasil dicapai dalam periode satu bulan.

Baca Juga: BKM Temui PKL yang Digusur, Tegaskan Masjid Agung Bukan Aset Pemko Binjai

Di tengah tekanan diplomatik tersebut, Presiden AS Donald Trump menunjukkan sikap ambivalen. Ia mengaku akan meninjau proposal Iran, namun sekaligus melontarkan pernyataan keras terkait rekam jejak Iran di panggung global.

“Jika mereka berperilaku buruk, itu bisa terjadi,” ujarnya, merujuk pada kemungkinan eskalasi baru.

Pernyataan Trump memperlihatkan bahwa ruang kompromi masih dibayangi kecurigaan mendalam. Bahkan di platform media sosialnya, ia menuding Iran belum menanggung konsekuensi yang cukup atas berbagai tindakan selama beberapa dekade terakhir.

Di sisi lain, Washington tetap menganggap kebijakan blokade terhadap pelabuhan Iran sebagai langkah yang “bersahabat”, sebuah klaim yang kontras dengan tuntutan Teheran untuk membuka jalur perdagangan sepenuhnya.

Baca Juga: Januari-April, Polres Langkat Ungkap 127 Kasus Narkotika

Selat Hormuz sendiri merupakan salah satu jalur energi paling vital di dunia. Setiap gangguan di kawasan ini berpotensi memicu gejolak harga minyak global dan mengganggu stabilitas perdagangan internasional.

Dengan tenggat waktu yang semakin dekat, dunia kini menanti apakah kedua negara mampu meredam ketegangan melalui jalur diplomasi, atau justru kembali terjebak dalam spiral konflik yang lebih luas.(jpc/han)

Editor : Johan Panjaitan
#blokade amerika #amerikat serikat #selat hormuz #iran