Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Bertemu Xi Jinping, Putin Tegaskan Rusia-Tiongkok Bukan Ancaman Dunia

Johan Panjaitan • Rabu, 20 Mei 2026 | 09:45 WIB
BERJABAT TANGAN: Presiden Rusia Vladimir Putin (kiri) berjabat tangan dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping di akhir konferensi pers bersama di Great Hall of the People, Beijing, 25 Juni 2016. (REUTERS/Greg Baker/Pool.)
BERJABAT TANGAN: Presiden Rusia Vladimir Putin (kiri) berjabat tangan dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping di akhir konferensi pers bersama di Great Hall of the People, Beijing, 25 Juni 2016. (REUTERS/Greg Baker/Pool.)

 

Sumutpos.jawapos.com-Hubungan antara Vladimir Putin dan Xi Jinping kembali menjadi sorotan global. Di tengah memanasnya tensi geopolitik internasional, Presiden Rusia itu menegaskan bahwa kemitraan strategis Moskow dan Beijing dibangun bukan untuk menghadapi negara lain, melainkan sebagai kekuatan penyeimbang demi menjaga stabilitas dunia.

Pernyataan tersebut disampaikan Putin menjelang pertemuannya dengan Xi di Beijing yang berlangsung sejak Senin (19/5) hingga Selasa (20/5). Dalam pidatonya, Putin menggambarkan hubungan Rusia dan Tiongkok kini berada pada level paling erat dalam sejarah modern kedua negara.

“Ini demi perdamaian dan kemakmuran universal,” ujar Putin seperti dikutip Al Jazeera.

Menurut Putin, Moskow dan Beijing terus memperkuat koordinasi dalam mempertahankan prinsip-prinsip hukum internasional serta Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Ia menilai kerja sama kedua negara tidak hanya berkembang di bidang politik dan ekonomi, tetapi juga merambah pertahanan, budaya, hingga hubungan antarmasyarakat.

Baca Juga: John Herdman Pantau Enam Pemain Keturunan Indonesia, Timnas Garuda Bersiap Naik Level

“Rusia dan Tiongkok memandang masa depan dengan percaya diri, aktif mengembangkan kerja sama di bidang politik, ekonomi, pertahanan, pertukaran budaya, dan interaksi antarmasyarakat,” katanya.

Pertemuan kali ini menjadi pertemuan kedua Putin dan Xi dalam kurun kurang dari satu tahun terakhir. Momentum itu dinilai penting karena berlangsung hanya beberapa hari setelah Xi Jinping menyelesaikan agenda diplomatik tingkat tinggi bersama Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Beijing.

Dalam pertemuan Xi dan Trump sebelumnya, sejumlah isu sensitif dibahas, mulai dari perang dagang, kecerdasan buatan (AI), Taiwan, hingga konflik Iran-Israel. Namun, dialog dua kekuatan besar dunia itu disebut belum menghasilkan terobosan berarti.

Di tengah situasi tersebut, kedekatan Rusia dan Tiongkok dipandang semakin strategis. Analis hubungan internasional dari University of New South Wales, Alexander Korolev, menilai pertemuan Putin dan Xi menjadi simbol bahwa kedua negara ingin menunjukkan kekuatan aliansi mereka di tengah tekanan Barat.

“Bagi Rusia, kunjungan ini menunjukkan bahwa mereka masih memiliki akses politik tingkat tinggi dan mitra ekonomi meski mendapat tekanan Barat. Sedangkan bagi China, hubungan dengan Rusia tetap menjadi pilar penting dalam lingkungan strategisnya,” ujarnya.

Baca Juga: Dolar AS Diprediksi Tembus Rp 20 Ribu Akhir Juni

Dalam beberapa tahun terakhir, hubungan ekonomi Moskow-Beijing memang berkembang pesat. Setelah invasi Rusia ke Ukraina pada 2022 memicu sanksi besar-besaran dari negara Barat, Tiongkok menjadi salah satu mitra ekonomi utama Rusia.

Nilai perdagangan kedua negara bahkan melonjak lebih dari dua kali lipat sejak 2020 dan mencapai sekitar USD 245 miliar pada 2024. Angka itu menegaskan bahwa hubungan Rusia dan Tiongkok kini bukan sekadar diplomasi politik, melainkan telah menjelma menjadi poros ekonomi dan geopolitik baru yang berpengaruh di panggung global. (jpg/han)

Editor : Johan Panjaitan
#xi jinping #rusia #perdamaian #tiongkok #vladimir putin