SUMUT POS- Putri sulung Raja Thailand Maha Vajiralongkorn yaitu Putri Bajrakitiyabha Mahidol, dilaporkan meninggal dunia pada usia 47 tahun setelah hampir empat tahun berada dalam kondisi koma.
Kabar duka tersebut diumumkan langsung oleh Istana Kerajaan Thailand pada Jumat (12/6) waktu setempat.
Kepergian sang putri menjadi kehilangan besar bagi Thailand. Selain dikenal sebagai anggota keluarga kerajaan yang aktif di berbagai kegiatan sosial dan hukum internasional, Bajrakitiyabha juga selama bertahun-tahun dianggap sebagai salah satu figur paling berpengaruh dalam lingkaran monarki Thailand.
Baca Juga: Alasan Tyo Nugros Dicekal adalah Permasalahan Utang
Putri Bajrakitiyabha menjalani perawatan intensif sejak 15 Desember 2022 setelah mendadak tidak sadarkan diri saat mengikuti pelatihan anjing militer.
Saat itu, ia mengalami gangguan jantung yang disertai berbagai komplikasi kesehatan, termasuk infeksi serius.
Sejak kejadian tersebut, ia tidak pernah kembali sadar dan terus berada dalam kondisi koma.
Dalam pernyataan terakhir yang dirilis istana pada 21 Mei 2026, kondisi kesehatan sang putri disebut memburuk akibat komplikasi infeksi yang muncul pada April 2026. Infeksi ditemukan di bagian perut dan memicu peradangan usus besar.
Komplikasi tersebut menyebabkan tekanan darah rendah, gangguan irama jantung, hingga kelainan pembekuan darah. Meski tim medis telah memberikan berbagai antibiotik, obat penstabil tekanan darah, serta dukungan fungsi paru-paru dan ginjal, kondisinya terus memburuk.
Infeksi yang tidak terkendali kemudian menyerang sejumlah organ vital hingga akhirnya merenggut nyawanya.
Merangkum berbagai sumber lokal dan pernyataan resmi kerajaan, Putri Bajrakitiyabha merupakan anak pertama Raja Maha Vajiralongkorn dari pernikahannya dengan Putri Soamsawali.
Ia juga merupakan cucu pertama mendiang Raja Bhumibol Adulyadej, raja yang memerintah Thailand selama tujuh dekade dan menjadi salah satu monarki terlama dalam sejarah dunia.
Di luar statusnya sebagai anggota kerajaan, Bajrakitiyabha dikenal memiliki rekam jejak akademik dan profesional yang kuat. Ia meraih gelar doktor hukum dari Cornell University, Amerika Serikat, sebelum berkarier di Kantor Kejaksaan Agung Thailand.
Karier diplomatiknya juga cukup menonjol. Pada 2012 hingga 2014, ia menjabat sebagai Duta Besar Thailand untuk Austria sekaligus Perwakilan Tetap Thailand untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Wina. (jpc/ram)
Editor : Juli Rambe