SUMUT POS- Isi nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) yang ditandatangani oleh Amerika Serikat dan Iran akhirnya terungkap ke publik.
Dokumen yang sebelumnya dirahasiakan atas permintaan Teheran itu dipublikasikan Presiden Iran melalui akun X pada Kamis (18/6) dan disebut sebagai dokumen bersejarah.
Kesepakatan tersebut memuat 14 poin utama yang menjadi fondasi menuju perjanjian damai permanen antara kedua negara.
Selain menghentikan konflik militer, dokumen itu juga mengatur pencabutan sanksi, pembukaan kembali jalur perdagangan, hingga penyelesaian program nuklir Iran.
Berikut 14 poin penting dalam kesepakatan awal AS-Iran yang menjadi sorotan dunia.
1. Perang Dihentikan Secara Permanen
Poin pertama menjadi inti dari seluruh kesepakatan. Amerika Serikat dan Iran sepakat menghentikan seluruh operasi militer di semua front konflik, termasuk Lebanon.
Kedua pihak juga berkomitmen tidak lagi memulai perang, melakukan operasi militer, maupun mengancam menggunakan kekuatan terhadap satu sama lain. Kesepakatan final nantinya akan mempertegas penghentian perang secara permanen.
2. Saling Menghormati Kedaulatan Negara
AS dan Iran sepakat menghormati
kedaulatan serta integritas wilayah masing-masing.
Mereka juga berjanji tidak akan mencampuri urusan dalam negeri pihak lain, sebuah isu yang selama puluhan tahun menjadi sumber ketegangan antara Washington dan Teheran.
3. Target Perjanjian Final Rampung dalam 60 Hari
Kedua negara menyepakati batas waktu maksimal 60 hari untuk merundingkan perjanjian damai final. Tenggat tersebut masih dapat diperpanjang jika kedua pihak menyetujuinya secara bersama- sama.
4. AS Mulai Cabut Blokade Laut
Salah satu poin paling signifikan adalah komitmen Amerika Serikat untuk mulai menghapus blokade laut dan berbagai hambatan terhadap Iran segera setelah MoU ditandatangani.
Washington juga berjanji menyelesaikan pencabutan blokade sepenuhnya dalam waktu 30 hari serta menarik pasukan dari wilayah sekitar Iran setelah perjanjian final tercapai.
5. Iran Buka Jalur Pelayaran Komersial
Sebagai bagian dari implementasi kesepakatan, Iran akan memfasilitasi pelayaran kapal-kapal dagang secara aman dari Teluk Persia menuju Laut Oman dan sebaliknya selama 60 hari tanpa biaya tambahan.
Lalu lintas perdagangan laut akan segera dipulihkan, sementara proses pembersihan ranjau dan hambatan teknis ditargetkan selesai dalam 30 hari.
Iran juga akan berdialog dengan Oman dan negara-negara Teluk lainnya terkait pengelolaan masa depan Selat Hormuz.
6. Dana Rekonstruksi Iran Disiapkan USD 300 Miliar
Amerika Serikat bersama mitra regionalnya berkomitmen menyusun rencana pembangunan ekonomi dan rekonstruksi Iran dengan nilai sedikitnya USD 300 miliar.
Mekanisme implementasi dana tersebut akan dirumuskan dalam perjanjian final yang ditargetkan selesai dalam dua bulan.
7. Sanksi terhadap Iran Akan Dicabut
Washington berjanji mengakhiri berbagai bentuk sanksi terhadap Iran, termasuk sanksi unilateral AS maupun ketentuan yang terkait dengan Dewan Keamanan PBB.
Jadwal pencabutan akan dibahas lebih lanjut dalam negosiasi menuju kesepakatan final.
Poin ini menjadi salah satu isu paling krusial karena selama bertahun-tahun sanksi telah membatasi aktivitas ekonomi dan perdagangan Iran.
8. Iran Tegaskan Tidak Akan Kembangkan Senjata Nuklir
Dalam dokumen tersebut, Iran kembali menegaskan tidak akan memperoleh maupun mengembangkan senjata nuklir.
Kedua negara juga sepakat membahas mekanisme pengelolaan stok uranium yang telah diperkaya di bawah pengawasan Badan Energi Atom Internasional (IAEA).
Selain itu, isu pengayaan uranium dan kebutuhan energi nuklir Iran akan menjadi bagian penting dalam negosiasi lanjutan
9. Status Program Nuklir Dipertahankan Sementara
Sambil menunggu perjanjian final, kedua pihak sepakat mempertahankan kondisi yang ada saat ini.
Iran tidak akan memperluas program nuklirnya, sementara Amerika Serikat berjanji tidak menambah pasukan di kawasan maupun menerapkan pembatasan baru.
10. Ekspor Minyak Iran Kembali Dibuka
Departemen Keuangan AS akan menerbitkan pengecualian khusus yang memungkinkan ekspor minyak mentah, produk petroleum, dan turunannya dari Iran.
Kelonggaran tersebut juga mencakup layanan pendukung seperti transaksi perbankan, asuransi, dan transportasi.
Langkah ini berpotensi mengembalikan Iran sebagai pemain penting di pasar energi global.
11. Aset Iran yang Dibekukan Akan Dilepas
Amerika Serikat juga berkomitmen membuka akses Iran terhadap dana dan aset yang selama ini dibekukan atau dibatasi penggunaannya.
Prosedur pelepasan aset tersebut akan dibahas lebih lanjut selama proses negosiasi berlangsung.
Dana yang dicairkan nantinya dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan yang ditetapkan Bank Sentral Iran.
12. Dibentuk Mekanisme Pengawasan Bersama
Untuk memastikan seluruh isi MoU dijalankan sesuai kesepakatan, kedua negara akan membentuk mekanisme eksekutif khusus.
Lembaga ini bertugas memantau implementasi nota kesepahaman sekaligus memastikan kepatuhan terhadap perjanjian final di masa depan.
13. Negosiasi Lanjutan Segera Dimulai
Setelah sejumlah poin utama mulai diterapkan, termasuk penghentian konflik, pembukaan jalur pelayaran, dan pencairan aset, AS dan Iran akan memulai pembahasan lanjutan mengenai pasal-pasal lainnya.
Negosiasi tersebut menjadi tahap penting sebelum lahirnya perjanjian damai permanen
14. Perjanjian Final Akan Diperkuat Resolusi PBB
Poin terakhir menyebutkan bahwa kesepakatan final nantinya akan disahkan melalui resolusi mengikat Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Dengan demikian, hasil perundingan tidak hanya berlaku bagi kedua negara, tetapi juga mendapatkan legitimasi hukum internasional.
Meski memuat berbagai komitmen besar, dokumen 14 poin ini pada dasarnya masih merupakan kesepakatan awal. (jpc/ram)
Editor : Juli Rambe