SUMUT POS- Presiden Korea Selatan, Lee Jae Myung memberikan reaksi keras akibat kegagalan Tim Nasional Korea Selatan melaju ke babak 32 besar Piala Dunia 2026
Orang nomor satu di Negeri Ginseng itu menilai hasil mengecewakan tersebut bukan semata-mata persoalan di atas lapangan, melainkan mencerminkan lemahnya tata kelola organisasi sepak bola nasional.
Menurut Lee, kegagalan ini menunjukkan bahwa pengelolaan sumber daya manusia memiliki peran yang sangat besar dalam menentukan arah dan prestasi sebuah organisasi.
Baca Juga: Seventeen Umumkan Hiatus
Ia menilai budaya yang lebih mengutamakan kedekatan, loyalitas, maupun kepentingan kelompok dibanding kompetensi telah berdampak buruk terhadap proses pengambilan keputusan.
Presiden Korea Selatan menyebut hasil yang diraih tim nasional sangat mengecewakan, terlebih mengingat besarnya harapan publik terhadap skuad yang tampil di ajang sepak bola terbesar dunia tersebut. Ia menilai situasi ini harus menjadi momentum untuk melakukan evaluasi secara menyeluruh.
Pemerintah pun bergerak cepat dengan meminta Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata melakukan penyelidikan terhadap penyebab kegagalan tim nasional.
Evaluasi itu akan mencakup sistem pengelolaan organisasi, proses pengambilan keputusan, hingga tata kelola sumber daya manusia di lingkungan sepak bola Korea Selatan.
Selain mencari akar permasalahan, pemerintah juga menginginkan adanya rekomendasi konkret agar kondisi serupa tidak kembali terulang pada masa mendatang. Langkah tersebut diharapkan dapat menjadi dasar reformasi yang lebih luas demi meningkatkan kualitas pengelolaan olahraga nasional.
Lee juga menyoroti besarnya anggaran yang berasal dari dana publik serta berbagai dukungan negara untuk persiapan tim nasional menuju Piala Dunia.
Karena itu, ia menilai masyarakat berhak memperoleh penjelasan yang jelas mengenai penyebab kegagalan tersebut sekaligus melihat adanya upaya nyata untuk memperbaiki sistem yang ada.
Di sisi lain, Presiden turut menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Korea Selatan atas hasil yang dinilai jauh dari ekspektasi. Ia mengakui kekecewaan publik sangat besar dan berjanji pemerintah akan mengawal proses pembenahan secara serius.
Komitmen reformasi tata kelola olahraga menjadi salah satu langkah yang kini didorong pemerintah agar federasi maupun organisasi olahraga dapat bekerja lebih profesional, transparan, dan mengedepankan kompetensi dalam setiap proses pengambilan keputusan.
Pernyataan Presiden Lee Jae Myung sekaligus menjadi sinyal bahwa evaluasi terhadap sepak bola Korea Selatan tidak akan berhenti pada hasil pertandingan semata. (jpc/ram)
Editor : Juli Rambe