Trump Tegur Netanyahu di Gedung Putih, Tolak Diarahkan soal Intelijen Nuklir Iran

Johan Panjaitan • Dipublikasikan Kamis, 30 Juli 2026 | 10:15 WIB
 Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. (nytimes)
Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. (nytimes)

 

WASHINGTON, Sumutpos.jawapos.com– Pertemuan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di Gedung Putih, Selasa (28/7) waktu setempat, diwarnai ketegangan. Di hadapan awak media sebelum pertemuan tertutup dimulai, Trump secara terbuka menegaskan bahwa dirinya tidak membutuhkan penjelasan dari Netanyahu mengenai dugaan aktivitas nuklir Iran.

Pernyataan tersebut muncul sebagai respons atas laporan sejumlah media yang menyebut Netanyahu akan membawa informasi intelijen terbaru mengenai aktivitas di Pickaxe Mountain, fasilitas nuklir Iran yang tengah dibangun.

Trump menilai informasi itu bukan sesuatu yang perlu disampaikan kepadanya, bahkan menyiratkan bahwa Netanyahu berupaya menjaga keterlibatan Amerika Serikat dalam isu Iran.

"Saya tidak perlu Bibi memberi tahu saya soal itu. Bibi mengatakan itu karena dia ingin saya tetap terlibat," ujar Trump, menggunakan sapaan akrab Netanyahu.

Baca Juga: Mitsubishi Fuso Luncurkan Canter Extra Long Bus, Perkuat Layanan "Zero Down Time" di GIIAS 2026

Pernyataan itu memunculkan kesan adanya perbedaan pendekatan antara kedua pemimpin, meski hubungan Washington dan Tel Aviv selama ini dikenal sangat erat.

Namun, menurut dua sumber yang mengetahui jalannya pembicaraan, isu intelijen mengenai fasilitas nuklir Iran justru tidak menjadi fokus utama pertemuan.

Trump dan Netanyahu lebih banyak membahas strategi jangka panjang untuk memastikan Iran tidak mampu mengembangkan senjata nuklir. Selain itu, keduanya juga mendiskusikan peluang memperluas Abraham Accords, termasuk kemungkinan melibatkan Arab Saudi dalam normalisasi hubungan dengan Israel.

Usai pertemuan, Netanyahu berusaha meredam kesan adanya ketegangan. Ia menegaskan bahwa dirinya dan Trump tetap memiliki pandangan yang sama mengenai ancaman yang ditimbulkan program nuklir Iran.

"Itu adalah salah satu percakapan terbaik yang pernah saya lakukan dengan Presiden Trump. Kami memiliki tujuan yang sama untuk memastikan Iran tidak memiliki senjata nuklir," ujar Netanyahu.

Baca Juga: Kaki Bengkak karena Diabetes, Ini Cara Mengatasinya

Di hari yang sama, Gedung Putih juga menjadi lokasi pertemuan Trump dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky.

Dalam pertemuan di Oval Office tersebut, Zelensky mengatakan pembicaraan difokuskan pada kerja sama pertahanan, khususnya mengenai lisensi produksi rudal pencegat Patriot di Ukraina.

Selain itu, kedua pemimpin juga membahas peluang menghidupkan kembali jalur diplomasi sebagai upaya mencari penyelesaian perang yang masih berlangsung antara Ukraina dan Rusia.

Rangkaian pertemuan itu kembali menegaskan bahwa isu keamanan global, mulai dari program nuklir Iran hingga konflik di Ukraina, masih menjadi agenda utama pemerintahan Trump dalam membangun arah kebijakan luar negeri Amerika Serikat.(jpg/han)

Editor : Johan Panjaitan
gedung putih donald trump netanyahu nuklir