Saham Meta Ambles 10 Persen, Investor Mulai Ragukan Taruhan Besar di AI

Johan Panjaitan • Dipublikasikan Senin, 3 Agustus 2026 | 08:00 WIB
Saham Meta anjlok 10 persen setelah proyeksi pendapatan di bawah ekspektasi. Investasi AI yang membengkak memicu kekhawatiran investor. (maginative)
Saham Meta anjlok 10 persen setelah proyeksi pendapatan di bawah ekspektasi. Investasi AI yang membengkak memicu kekhawatiran investor. (maginative)

 

NEW YORK, Sumutpos.jawapos.com – Ambisi besar Meta Platforms mengembangkan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) mulai memicu kekhawatiran di kalangan investor. Alih-alih disambut optimistis, strategi agresif perusahaan justru memicu aksi jual saham setelah proyeksi pendapatan dinilai tidak memenuhi ekspektasi pasar, sementara belanja AI terus membengkak.

Tekanan tersebut membuat saham Meta sempat merosot sekitar 10 persen, mencerminkan meningkatnya keraguan investor terhadap kemampuan perusahaan mengubah investasi besar di sektor AI menjadi pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.

Dalam proyeksi terbarunya, Meta memperkirakan pendapatan kuartal berjalan berada di kisaran USD61 miliar hingga USD64 miliar atau sekitar Rp1.102 triliun hingga Rp1.158 triliun. Angka itu berada di bawah ekspektasi analis Wall Street yang sebelumnya memperkirakan pendapatan mencapai USD63,1 miliar atau sekitar Rp1.137 triliun.

Baca Juga: Jangan Asal Pakai Sunscreen! Ini 5 Kesalahan yang Membuat Kulit Tetap Rusak

Di sisi lain, pengeluaran perusahaan terus meningkat. Laporan keuangan kuartal II menunjukkan biaya operasional melonjak 55 persen menjadi USD42 miliar atau sekitar Rp757,4 triliun.

Lonjakan belanja tersebut terutama didorong oleh investasi besar-besaran untuk membangun infrastruktur AI, termasuk pusat data dan pengembangan teknologi pendukung.

Dampaknya, arus kas bebas (free cash flow) Meta anjlok hingga 91 persen, menyisakan USD784 juta atau sekitar Rp14,13 triliun. Penurunan tajam ini memperkuat kekhawatiran bahwa investasi AI membutuhkan biaya sangat besar sebelum mampu menghasilkan keuntungan yang signifikan.

Meski mendapat respons negatif dari pasar, CEO Meta Mark Zuckerberg menegaskan perusahaan tidak akan mengendurkan langkah dalam pengembangan AI.

Baca Juga: Pelajaran Berharga PSMS dari Piala Presiden 2026

Menurutnya, teknologi tersebut telah memberikan manfaat nyata bagi bisnis Meta, terutama dalam meningkatkan efektivitas sistem periklanan digital dan rekomendasi konten di berbagai platform milik perusahaan.

"Pengembangan AI telah meningkatkan kualitas sistem periklanan dan rekomendasi konten di berbagai platform Meta," ujar Zuckerberg.

Ke depan, Meta juga berencana memperluas pemanfaatan AI untuk berbagai kebutuhan konsumen, mulai dari layanan kesehatan, pengelolaan keuangan pribadi, hingga pengembangan karier.

Di sektor bisnis, perusahaan menyiapkan berbagai solusi berbasis AI untuk mendukung layanan pelanggan, pemrograman, serta pengelolaan operasional perusahaan.

Baca Juga: Evakuasi KMP Mutiara Sentosa 2 Terus Berlangsung, 218 Penumpang Selamat dan 4 Meninggal Dunia

Namun, strategi ekspansi tersebut belum sepenuhnya mampu meyakinkan pelaku pasar.

Direktur Riset Forrester, Mike Proulx, menilai investor kini mulai mempertanyakan apakah belanja AI dalam jumlah besar benar-benar akan menjadi mesin pertumbuhan baru bagi Meta atau justru mengalihkan fokus perusahaan dari bisnis intinya yang selama ini menjadi penyumbang utama pendapatan.(jpg/han)

Editor : Johan Panjaitan
anjlok meta saham Proyeksi ai