sumutpos.jawapos.com - Di tengah hiruk pikuk kota metropolitan, Pemerintah Kota Seoul menghadirkan konsep ruang publik yang menggabungkan budaya membaca, rekreasi, dan interaksi sosial melalui Seoul Outdoor Library. Program perpustakaan terbuka ini kembali digelar setiap musim semi dan musim gugur, menghadirkan pengalaman membaca buku secara gratis di ruang-ruang ikonik ibu kota Korea Selatan.
Melansir Instagram @pandemictalks, Senin (3/8/2026), berbeda dari perpustakaan konvensional yang berada di dalam gedung, Seoul Outdoor Library membawa buku lebih dekat dengan masyarakat. Tiga lokasi strategis menjadi pusat kegiatan, yakni Seoul Plaza, Gwanghwamun Square, dan kawasan Sungai Cheonggyecheon yang menjadi salah satu lokasi paling populer.
Di sepanjang bantaran Sungai Cheonggyecheon, pengunjung dapat menikmati buku sambil duduk santai menghadap aliran air. Kursi-kursi baca ditata berjajar mengikuti jalur sungai, sementara jembatan batu yang menghubungkan kedua sisi kawasan menciptakan suasana khas yang memadukan budaya urban dengan nuansa alam.
Baca Juga: Kreator TikTok Bantul Jadi “Duta Ketahanan Pangan” Lewat Kreasi Olahan Kimpul
Sementara itu, Seoul Plaza menjadi lokasi terbesar dengan koleksi sekitar 5.000 buku yang dapat dibaca pengunjung secara cuma-cuma. Area terbuka di tengah kota tersebut berubah menjadi ruang literasi yang ramai dikunjungi warga, wisatawan, hingga keluarga yang ingin menghabiskan waktu dengan aktivitas positif.
Setiap titik Seoul Outdoor Library dilengkapi fasilitas pendukung seperti kursi, meja, hingga lampu baca agar pengunjung tetap nyaman menikmati buku hingga sore hari. Petugas juga disediakan untuk membantu pengunjung, termasuk membagikan selimut bagi mereka yang merasa kedinginan saat malam mulai turun.
Tidak hanya menawarkan aktivitas membaca, perpustakaan terbuka ini juga menghadirkan berbagai hiburan budaya. Suasana semakin hidup dengan pertunjukan musik langsung, mulai dari alunan jazz yang menenangkan hingga penampilan DJ yang menemani pengunjung menjelang malam.
Baca Juga: Hatunggal Siregar Buka Grand Final Ladies Pool Legue Sumut 2026
Program ini beroperasi setiap Jumat hingga Minggu, mulai pukul 11.00 hingga 18.00 waktu setempat. Jadwal kegiatan dan tema acara dapat berubah setiap pekan, sehingga pengunjung disarankan memeriksa informasi terbaru melalui kanal resmi Seoul sebelum datang.
Kehadiran Seoul Outdoor Library menjadi contoh bagaimana ruang publik dapat dimanfaatkan tidak hanya sebagai tempat lalu lintas warga, tetapi juga sebagai ruang belajar, bersosialisasi, dan menikmati budaya. Pemerintah Seoul menunjukkan bahwa membaca tidak harus selalu dilakukan di ruang tertutup, melainkan dapat menjadi bagian dari pengalaman kota yang terbuka dan inklusif.
Konsep ini sekaligus memperlihatkan bagaimana sebuah kota modern dapat membangun kebiasaan literasi melalui pendekatan kreatif. Dengan menghadirkan buku di tengah ruang publik, Seoul berhasil mengubah taman kota, alun-alun, dan tepian sungai menjadi tempat bertemunya pengetahuan, hiburan, serta kehidupan masyarakat.(lin)
Editor : Redaksi