Trump Pertimbangkan Biaya Rp1,8 Miliar bagi Mahasiswa Asing yang Ingin Bekerja di AS

Redaksi • Dipublikasikan Selasa, 4 Agustus 2026 | 15:07 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (Instagram @pandemictalks)
Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (Instagram @pandemictalks)

 

sumutpos.jawapos.com - Pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dilaporkan tengah mengkaji kebijakan baru yang dapat mengubah peta peluang kerja bagi mahasiswa internasional lulusan perguruan tinggi di Amerika Serikat. 

Melansir Instagram @pandemictalks, Senin (3/8/2026), salah satu wacana yang sedang dibahas adalah pengenaan biaya hingga 100.000 dolar AS atau sekitar Rp1,8 miliar bagi mahasiswa asing yang ingin tetap tinggal dan bekerja setelah menyelesaikan pendidikan.

Kebijakan tersebut disebut menyasar program Optional Practical Training (OPT), sebuah jalur yang selama ini menjadi kesempatan bagi lulusan internasional untuk memperoleh pengalaman kerja di Amerika Serikat sesuai dengan bidang studi yang mereka tempuh.

Baca Juga: Ragam Bunyi Kerusakan di Rumah yang Dikira Suara Hantu, Perhatikan Baik-baik

Melalui program OPT, mahasiswa asing yang telah menyelesaikan pendidikan di universitas Amerika Serikat dapat memperpanjang masa tinggal mereka untuk bekerja secara legal dalam periode tertentu. Program ini juga menjadi salah satu pintu masuk bagi banyak lulusan asing sebelum mengajukan peluang kerja jangka panjang melalui skema visa lainnya.

Namun, rencana pengenaan biaya besar tersebut masih dalam tahap pembahasan internal pemerintahan Trump. Gedung Putih menyatakan belum ada perubahan kebijakan resmi yang akan segera diberlakukan, meski mengakui bahwa usulan tersebut memang tengah dipertimbangkan.

Pemerintah Trump menilai program OPT memiliki celah yang dapat dimanfaatkan untuk penyalahgunaan sistem imigrasi. Sejumlah pejabat menyebut program tersebut berpotensi digunakan untuk praktik penipuan visa maupun pelanggaran batas waktu tinggal oleh warga asing.

Baca Juga: Tak Butuh Waktu Lama! Ini 12 Zodiak yang Paling Mudah Jatuh Cinta pada Pandangan Pertama

Berdasarkan data Institute of International Education, hampir 300.000 mahasiswa internasional tercatat mengikuti program OPT pada musim gugur tahun lalu. Jumlah tersebut mencapai sekitar seperempat dari total populasi mahasiswa asing yang sedang menempuh pendidikan di Amerika Serikat.

Jika diterapkan, kebijakan biaya OPT ini berpotensi memberikan dampak besar bagi mahasiswa internasional, khususnya mereka yang mengandalkan pengalaman kerja pascalulus sebagai bagian dari rencana karier di Amerika Serikat.

Selama ini, OPT menjadi salah satu daya tarik utama universitas-universitas Amerika dalam menjaring mahasiswa asing. Banyak lulusan internasional memanfaatkan program tersebut untuk membangun pengalaman profesional, memperluas jaringan kerja, sekaligus membuka peluang mendapatkan sponsor visa kerja.

Baca Juga: Satpol PP Binjai Disorot, Dinilai Berhasil Tertibkan Fasum dan Amankan Aset Daerah

Wacana biaya 100.000 dolar AS ini juga muncul setelah pemerintahan Trump sebelumnya mengambil langkah serupa terhadap program visa kerja **H-1B**, yaitu jalur visa yang banyak digunakan tenaga profesional asing untuk bekerja di Amerika Serikat.

Namun, kebijakan biaya H-1B tersebut sempat mendapat gugatan hukum dan dinyatakan tidak sah oleh seorang hakim federal. Pemerintah Trump kemudian mengajukan banding atas keputusan tersebut.

Para pengamat kebijakan imigrasi menilai langkah baru terhadap OPT dapat kembali memicu perdebatan mengenai keseimbangan antara pengawasan imigrasi dan kebutuhan ekonomi Amerika Serikat terhadap tenaga kerja terampil dari luar negeri.

Baca Juga: PSSI Mundurkan Kongres Pemilihan, Erick Masih Abu-Abu

Mahasiswa internasional selama ini menjadi bagian penting dalam ekosistem pendidikan tinggi Amerika. Selain memberikan kontribusi ekonomi melalui biaya pendidikan, sebagian dari mereka juga mengisi kebutuhan tenaga kerja di berbagai sektor, terutama bidang teknologi, sains, teknik, dan kesehatan.

Apabila rencana biaya tersebut benar-benar diterapkan, Amerika Serikat berpotensi menghadapi perubahan dalam persaingan global menarik talenta muda internasional, karena negara lain dapat menjadi alternatif bagi mahasiswa asing yang mencari pendidikan sekaligus peluang karier setelah lulus.(lin)

Editor : Redaksi
Pendidikan Global Mahasiswa Internasional Visa AS donald trump amerika serikat