BOGOTA, Sumutpos.jawapos.com – Kolombia diguncang gempa bumi berkekuatan 7,4 magnitudo pada Senin (10/8/2026) waktu setempat. Bencana dahsyat yang mengguncang wilayah barat negara itu menewaskan sedikitnya 111 orang dan menyebabkan ribuan bangunan rusak.
Guncangan tersebut disebut sebagai gempa terkuat yang tercatat di Kolombia sepanjang abad ke-21. Puluhan bangunan dilaporkan runtuh, sementara tim penyelamat masih berjibaku mencari korban yang diduga terjebak di bawah reruntuhan.
Presiden Kolombia Abelardo de la Espriella mengatakan sedikitnya 87 orang mengalami luka-luka. Sekitar 1.600 bangunan terdampak, dengan sedikitnya 61 bangunan di antaranya dilaporkan hancur total.
Pemerintah kemudian menetapkan status darurat untuk mempercepat distribusi bantuan sekaligus mempercepat pendanaan pemulihan di wilayah terdampak.
Baca Juga: Eks Karyawan Ungkap Tugas Tak Biasa Richard Lee, Klaim Pernah Diminta Carikan Rumah untuk Perempuan
“Kami tidak akan meninggalkan orang sendirian. Mereka ada di hati kita dan kita akan cenderung kepada orang-orang dengan tekad penuh kita,” kata Abelardo, seperti dilansir AP News.
Operasi Pencarian Berpacu dengan Waktu
Guncangan paling parah dirasakan di sejumlah kota di wilayah barat, termasuk Cali, Pereira, Quibdo, dan Manizales. Getaran gempa bahkan terasa hingga negara tetangga, Ekuador dan Panama.
Di Cali, kota terbesar ketiga Kolombia, warga bersama tim penyelamat menyisir bangunan yang runtuh. Potongan beton dan puing dipindahkan secara bergantian oleh relawan yang berharap masih ada korban selamat di balik reruntuhan.
Di tengah operasi tersebut, banyak keluarga masih menunggu kepastian mengenai keberadaan orang-orang terdekat mereka.
Baca Juga: Banjir Gambus Laut Mendesak Ditangani, PSDA Perintahkan Rekanan Bergerak Hari Ini
Data pemerintah daerah mencatat sedikitnya 40 orang meninggal dunia di Risaralda, wilayah yang mencakup Kota Pereira. Sebanyak 27 korban lainnya tercatat di Valle del Cauca, termasuk tiga anak-anak.
Sementara itu, sembilan orang meninggal di Choco, dua di Caldas, dan seorang warga berusia 73 tahun tewas di Antioquia. Lokasi kematian 32 korban lainnya belum segera diketahui.
Ribuan Orang Dilaporkan Hilang
Dampak gempa tidak hanya terlihat dari kerusakan fisik. Ketiadaan informasi mengenai anggota keluarga menjadi persoalan baru bagi ribuan warga.
Pada Senin sore, sejumlah basis data orang hilang mulai dipenuhi laporan dari keluarga korban. Salah satu basis data mencatat lebih dari 2.000 orang dilaporkan hilang, terutama dari Cali dan Pereira. Jumlah tersebut masih terus berubah seiring masuknya laporan baru.
Foto-foto orang yang dicari keluarga memperlihatkan luasnya dampak bencana. Di antaranya seorang ibu muda bersama bayinya di Pereira dan seorang perempuan berusia 80 tahun di Cali yang belum diketahui keberadaannya setelah bangunan tempat tinggalnya runtuh.
Baca Juga: Pemkab Langkat Gelar Donor Darah, Plt Bupati Ajak ASN Rutin Berbagi untuk Sesama
Situasi tersebut membuat operasi pencarian dan penyelamatan menjadi semakin mendesak, terutama di wilayah dengan kerusakan bangunan paling parah.
Episentrum Berada di Wilayah Terpencil
Menurut Survei Geologi Amerika Serikat (USGS), pusat gempa berada di sekitar San Jose del Palmar, komunitas berpenduduk sekitar 4.800 orang di wilayah Choco.
Lokasi tersebut berada sekitar 400 kilometer sebelah barat Bogota. Choco dikenal sebagai salah satu wilayah termiskin di Kolombia, dengan bentang alam berupa hutan lebat dan akses transportasi yang terbatas.
Sejumlah kawasan hanya dapat dijangkau melalui jalur sungai menggunakan perahu atau melalui udara. Kondisi geografis tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi petugas untuk menjangkau daerah terdampak dan menghimpun data korban secara cepat.
Gempa Terkuat Abad Ini
Layanan Geologi Kolombia menyebut gempa tersebut sebagai yang terkuat yang tercatat di negara itu sepanjang abad ke-21.
Sejumlah gempa susulan juga terjadi setelah gempa utama. Kondisi tersebut membuat warga maupun petugas penyelamat harus ekstra waspada, terutama ketika memasuki bangunan yang telah mengalami kerusakan struktural.
Wilayah di sekitar episentrum berada dalam kawasan Cincin Api Pasifik atau Ring of Fire, zona aktivitas tektonik yang mengelilingi Samudra Pasifik dan menjadi salah satu wilayah paling aktif secara seismik di dunia.
Sepak Bola Ikut Berhenti
Dampak gempa bahkan merembet ke dunia olahraga. Sejumlah pertandingan sepak bola di Kolombia ditunda sebagai bentuk solidaritas kepada masyarakat yang tengah menghadapi bencana.
Penundaan mencakup pertandingan Copa Libertadores, Copa Sudamericana, serta kompetisi domestik Kolombia.
Division Mayor del Fútbol Colombiano (Dimayor) menyatakan keputusan tersebut merupakan bentuk solidaritas terhadap korban dan masyarakat terdampak.
Baca Juga: 85 Kontingen Langkat Dilepas ke Jambore Nasional XII, Bawa Nama Daerah ke Tingkat Nasional
“Dalam keadaan seperti ini, kami memahami bahwa sepak bola harus melayani negara dan mendampingi mereka yang paling membutuhkan,” tulis Dimayor melalui X.
Konfederasi Sepak Bola Amerika Selatan (CONMEBOL) juga menunda dua pertandingan babak 16 besar kompetisi antarklub yang melibatkan tim Kolombia.
Laga Copa Libertadores antara Deportes Tolima dan Independiente del Valle yang semula dijadwalkan Selasa (11/8), serta pertandingan Copa Sudamericana antara Independiente Santa Fe dan River Plate pada Rabu (12/8), ditunda.
CONMEBOL belum menentukan jadwal baru kedua pertandingan tersebut.
Kompetisi domestik Kolombia turut terdampak. Tiga pertandingan tersisa pada pekan keempat ditunda, sementara seluruh laga pekan kelima juga dijadwalkan ulang.
Tak hanya menghentikan kompetisi, 36 klub profesional yang tergabung dalam Dimayor menyatakan kesiapan mengerahkan fasilitas dan sumber daya mereka untuk membantu penanganan bencana.
“36 klub profesional yang tergabung dalam Dimayor akan memusatkan upaya mereka pekan ini pada bantuan dan pemulihan bagi masyarakat terdampak,” demikian pernyataan Dimayor.(jpc/han)
Editor : Johan Panjaitan