sumutpos.jawapos.com - Pemerintah Inggris menyiapkan strategi baru untuk menekan angka kekerasan terhadap perempuan dan anak perempuan (violence against women and girls/VAWG) dengan menjadikan sekolah sebagai titik awal pencegahan.
Melalui kebijakan nasional tersebut, pendidikan tentang hubungan sehat, persetujuan (consent), serta pentingnya menghormati perempuan akan dimasukkan ke dalam kurikulum sekolah. Langkah ini bertujuan membangun pemahaman sejak dini agar generasi muda mampu membentuk hubungan yang saling menghargai dan bebas dari kekerasan.
Melansir Instagram @pandemictalks, Rabu (12/8/2026), strategi tersebut menargetkan penurunan angka kekerasan terhadap perempuan dan anak perempuan hingga separuhnya dalam kurun waktu satu dekade mendatang.
Baca Juga: Kontroversi Surat Ad-Duha dan Promosi Miras di Festival Ancol, Panitia Minta Maaf
Pemerintah Inggris menilai akar persoalan kekerasan terhadap perempuan kerap muncul dari pola pikir dan perilaku yang terbentuk sejak usia muda. Sikap merendahkan, candaan yang mengandung unsur pelecehan, hingga pandangan yang tidak menghargai perempuan sering kali dianggap sebagai hal biasa jika tidak dikoreksi sejak awal.
Karena itu, sekolah dinilai memiliki peran penting dalam membentuk cara pandang anak-anak dan remaja mengenai kesetaraan, rasa hormat, serta hubungan antarmanusia yang sehat.
Selain perubahan kurikulum, pemerintah Inggris juga akan memberikan pelatihan khusus bagi para guru. Pelatihan tersebut bertujuan membantu tenaga pendidik mengenali tanda-tanda perilaku merendahkan perempuan, mencegah potensi kekerasan, serta memberikan dukungan kepada siswa yang membutuhkan.
Baca Juga: Dugaan Korupsi Transfer Pricing PT TPL, 2 ASN Jadi Tersangka
Pemerintah juga berencana menyediakan layanan bantuan khusus bagi remaja yang mengalami kekhawatiran terkait kekerasan maupun hubungan yang tidak sehat. Layanan ini diharapkan menjadi ruang aman bagi anak muda untuk mencari informasi, berkonsultasi, dan mendapatkan bantuan.
Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya lebih luas untuk mengubah budaya dan perilaku masyarakat dalam melihat isu kekerasan terhadap perempuan. Pemerintah Inggris meyakini pencegahan tidak cukup hanya dilakukan setelah kekerasan terjadi, tetapi harus dimulai dengan membangun pemahaman sejak masa pendidikan.
Melalui pendidikan mengenai rasa hormat, batasan pribadi, dan persetujuan dalam hubungan, generasi muda diharapkan mampu menciptakan lingkungan sosial yang lebih aman bagi perempuan dan anak perempuan di masa depan.(lin)
Editor : Redaksi