AI Mulai Ciptakan Virus Baru, Senator AS Minta Pengembangan Distop

Johan Panjaitan • Dipublikasikan Jumat, 14 Agustus 2026 | 09:48 WIB
Senator Amerika Serikat meminta Ai membuat virus baru. (Freepik.com/Ilustrasi)
Senator Amerika Serikat meminta Ai membuat virus baru. (Freepik.com/Ilustrasi)

 

WASHINGTON, Sumutpos.jawapos.com-Perkembangan kecerdasan buatan (AI) kembali memicu kekhawatiran di Amerika Serikat. Senator Bernie Sanders mendesak raksasa teknologi seperti Meta, OpenAI, dan Anthropic menghentikan sementara pengembangan AI karena menilai kemampuan teknologi tersebut mulai bergerak jauh lebih cepat dibanding kemampuan manusia untuk memahami dan mengendalikannya.

Desakan itu disampaikan Sanders melalui surat kepada CEO OpenAI Sam Altman, CEO Anthropic Dario Amodei, dan CEO Meta Mark Zuckerberg. Surat tersebut pertama kali dilaporkan Axios dan kemudian dikutip The Guardian, Senin (10/8).

“Demi kepentingan umat manusia, hentikan sementara pengembangan AI,” tulis Sanders dalam surat tersebut.

Baca Juga: BGN Ancam Tutup Permanen Dapur MBG dan Pecat Kepala SPPG Jika Terbukti Lalai

Sanders bahkan memperingatkan Senat AS dapat mengambil langkah apabila perusahaan teknologi tidak bersedia memperlambat laju pengembangan AI.

Dinilai Mencapai Ambang Kritis

Sanders menilai kemampuan AI kini telah berkembang hingga melewati batas risiko yang sebelumnya menjadi pertimbangan perusahaan teknologi untuk menghentikan atau menunda pengembangan model baru sampai sistem pengaman tersedia.

Menurutnya, kondisi tersebut tidak lagi sebatas kekhawatiran terhadap perkembangan teknologi, melainkan telah memasuki wilayah yang menyangkut keselamatan manusia.

“Batas itu telah tiba. Kemampuan AI mungkin telah mencapai ambang kritis,” tegas Sanders.

Ia menilai perkembangan AI harus diimbangi dengan sistem pengawasan dan pengamanan yang memadai. Tanpa mekanisme tersebut, kemampuan baru yang dimiliki model AI berpotensi menciptakan risiko yang jauh lebih besar daripada manfaat yang diharapkan.

Kekhawatiran Senjata Biologis

Salah satu hal yang membuat Sanders semakin khawatir adalah laporan mengenai penggunaan AI untuk membantu pengembangan virus baru. Menurut dia, kemampuan tersebut dapat menjadi ancaman serius apabila jatuh ke tangan pihak yang berniat menyalahgunakannya.

Sanders memperingatkan, teknologi AI yang mampu membantu pekerjaan terkait biologi dapat berpotensi dimanfaatkan untuk mengembangkan senjata biologis dengan dampak mematikan dalam skala besar.

Baca Juga: Coaching Clinic Petugas Loket, Kantor Pertanahan Batu Bara Perkuat Kualitas Pelayanan

Kekhawatiran tersebut membuat isu keselamatan AI kembali menjadi sorotan. Sebab, persoalannya bukan lagi sekadar apakah AI mampu menghasilkan tulisan, gambar, kode, atau menyelesaikan pekerjaan manusia, tetapi sejauh mana kemampuan tersebut dapat digunakan dalam bidang yang memiliki konsekuensi nyata terhadap keselamatan publik.

Kemampuan Meretas Ikut Disorot

Selain risiko biologis, Sanders juga menyoroti kemampuan sejumlah model AI yang disebut dapat melakukan tindakan peretasan terhadap server perusahaan lain.

Pengakuan dari Meta, OpenAI, dan Anthropic mengenai kemampuan model mereka tersebut dinilai Sanders sebagai indikasi bahwa perkembangan AI telah memasuki fase yang semakin kompleks.

Bagi Sanders, kemampuan yang meningkat secara cepat tanpa pengendalian memadai dapat menciptakan persoalan baru yang sulit dipulihkan apabila sudah terlanjur terjadi.

Karena itu, ia mendorong perusahaan teknologi untuk menempatkan keselamatan manusia di atas perlombaan menjadi yang terdepan dalam pengembangan AI.

Baca Juga: Ratusan Kader Eks Sapma IPK Binjai Pindah ke PP

Desakan tersebut mempertegas perdebatan yang semakin menguat di Amerika Serikat: seberapa jauh pengembangan AI boleh dibiarkan melaju ketika kemampuan teknologi berkembang lebih cepat daripada regulasi, pengawasan, dan pemahaman manusia terhadap risikonya.

Bagi Sanders, jawabannya jelas. Ketika kemampuan AI mulai menyentuh wilayah yang berpotensi mengancam keselamatan manusia, rem harus ditarik sebelum teknologi tersebut berkembang terlalu jauh untuk dikendalikan.(jpg/han)

Editor : Johan Panjaitan
senator as virus baru biologis ai risiko