JOHOR, Sumutpos.jawapos.com – Kabut asap mulai menekan kualitas udara di sejumlah wilayah Malaysia. Sedikitnya 58 lokasi tercatat berada dalam kategori kualitas udara sedang, dengan Indeks Polusi Udara (API) berada pada rentang 51–100.
Kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah setempat seiring meningkatnya polusi udara di beberapa kawasan. Di tengah situasi itu, sejumlah wilayah mencatat angka API yang lebih tinggi dibanding daerah lainnya.
Di Johor, kawasan Pengerang mencatat API 87 pada Senin (17/8). Berdasarkan laporan The Straits Times, angka tersebut masih berada dalam kategori sedang, namun menjadi salah satu tingkat polusi tertinggi yang tercatat di negara bagian tersebut.
Baca Juga: Berkah Kemerdekaan, Famili Lima Puluh Salurkan Sembako kepada 60 Warga Kurang Mampu
Situasi lebih buruk terjadi di Johan Setia, Selangor. Pada pukul 10.00 waktu setempat, wilayah tersebut menjadi satu-satunya lokasi yang masuk kategori tidak sehat, dengan API mencapai 151.
Perbedaan tingkat kualitas udara tersebut menunjukkan bahwa dampak kabut asap belum merata di seluruh Malaysia. Namun, peningkatan polusi di sejumlah kawasan membuat pemerintah daerah harus meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap kelompok masyarakat yang rentan terhadap gangguan akibat kualitas udara buruk.
Di Penang, Ketua Menteri Chow Kon Yeow mengatakan kondisi kualitas udara pada Kamis (13/8) masih berada pada level moderat. Meski demikian, pemerintah negara bagian terus memantau perkembangan kualitas udara guna mengantisipasi apabila kondisi memburuk.
Chow juga mengingatkan kemungkinan adanya penyesuaian kegiatan masyarakat, termasuk aktivitas sekolah, apabila kualitas udara terus menurun.
Baca Juga: 87 WBP Lapas Kelas III Gunungtua Terima Remisi HUT ke-81 RI
“Beberapa sekolah mungkin harus menunda kegiatan di luar ruangan dan sebagainya. Kita akan menangani hal itu ketika mencapai tahap tersebut,” kata Chow seperti dilansir Malay Mail.
Pemerintah Malaysia kini terus mencermati pergerakan kualitas udara di berbagai wilayah. Jika kabut asap semakin pekat dan indeks polusi meningkat, pembatasan aktivitas luar ruangan berpotensi menjadi langkah yang perlu ditempuh untuk melindungi masyarakat.(jpg/han)
Editor : Johan Panjaitan