NEW YORK, Sumutpos.jawapos.com – Ketidakpastian geopolitik mulai memengaruhi cara bank sentral menempatkan aset strategisnya. De Nederlandsche Bank (DNB), bank sentral Belanda, memindahkan 86 metrik ton cadangan emas dari Amerika Utara ke London dalam enam bulan terakhir.
Langkah tersebut bukan sekadar perpindahan lokasi penyimpanan. DNB menyebut relokasi itu sebagai bagian dari upaya memperkuat kesiapan menghadapi potensi krisis, sekaligus memastikan cadangan emas dapat digunakan lebih cepat apabila kondisi darurat benar-benar terjadi.
Sebanyak 86 ton emas tersebut setara dengan sekitar 27,5 persen dari cadangan emas DNB yang sebelumnya tersimpan di New York, Amerika Serikat, dan Ottawa, Kanada. Seluruh emas yang dipindahkan kini ditempatkan di Bank of England (BoE), London.
Baca Juga: Pasar Murah Pemprovsu di Siantar, 4 Ton Beras dan Ratusan Minyakita Terjual
Presiden DNB Olaf Sleijpen mengatakan meningkatnya ketidakstabilan geopolitik membuat bank sentral perlu memperkuat ketahanan dan kesiapsiagaan.
“Dengan meningkatnya ketidakstabilan geopolitik, DNB memperkuat kesiapan menghadapi krisis,” kata Sleijpen, seperti dilansir Reuters, Kamis (3/9).
Pemilihan London bukan tanpa alasan. Kota tersebut merupakan salah satu pusat terpenting perdagangan emas dunia, khususnya melalui pasar over-the-counter (OTC). Berbeda dengan perdagangan melalui bursa, transaksi OTC dilakukan secara langsung antarpelaku pasar.
Bagi DNB, keberadaan emas di London memberikan keuntungan strategis. Cadangan tersebut dinilai lebih mudah diperdagangkan sehingga dapat dimobilisasi dengan lebih cepat apabila kondisi krisis menuntut penggunaan aset tersebut.
Meski demikian, DNB menegaskan belum ada indikasi bahwa emas tersebut akan digunakan dalam waktu dekat.
“Bank sentral perlu terus memperkuat ketahanan dan kesiapsiagaan. Meskipun demikian, DNB tidak memperkirakan cadangan emas tersebut akan digunakan dalam waktu dekat,” ujar Sleijpen.
London Jadi Magnet Cadangan Emas
Bank of England selama ini menjadi salah satu lokasi penyimpanan cadangan emas bagi bank sentral dari berbagai negara. Posisi London sebagai pusat perdagangan emas global membuat penyimpanan emas di kota tersebut memiliki nilai strategis, terutama bagi institusi yang ingin menjaga fleksibilitas dalam memperdagangkan atau menggunakan cadangannya.
Baca Juga: Polda Sumut Tangkap Inda Pratiwi karena Siaran Langsung dengan Konten Pornografi
Gubernur BoE Andrew Bailey sebelumnya mengatakan bahwa pihak yang ingin berpartisipasi dalam pasar emas OTC serta memperdagangkan dan menggunakan emasnya perlu menyimpan cadangan tersebut di London.
Hingga kini, BoE belum memberikan tanggapan langsung mengenai pemindahan cadangan emas milik Belanda tersebut.
Relokasi yang dilakukan DNB juga bukan fenomena yang berdiri sendiri. Beberapa bulan sebelumnya, Bank of France mengambil langkah serupa, meski dengan pola berbeda.
Pada periode Juli 2025 hingga Januari 2026, bank sentral Prancis meningkatkan kualitas 129 ton emas yang sebelumnya disimpan di New York. Jumlah itu setara sekitar 5 persen dari total cadangan emas Prancis.
Baca Juga: Marketing Executive PT BBL Didakwa Gelapkan Uang dan Pestisida Rp878 Juta
Emas lama tersebut dijual dan digantikan dengan batangan yang memenuhi standar internasional. Emas pengganti kemudian disimpan di Paris, bukan lagi di New York.
Dua langkah tersebut menunjukkan bagaimana bank sentral Eropa semakin memperhatikan aspek lokasi, likuiditas, kualitas, dan akses terhadap cadangan emas di tengah perubahan lanskap geopolitik global. (jpg/han)
Editor : Johan Panjaitan