NEW YORK, Sumutpos.jawapos.com – Ledakan investasi infrastruktur kecerdasan buatan (AI) ikut mengubah peta orang-orang terkaya dunia. Pendiri sekaligus CEO Dell Technologies, Michael Dell, untuk pertama kalinya berhasil menyalip pendiri Amazon, Jeff Bezos, dalam daftar orang terkaya dunia.
Berdasarkan data Forbes, kekayaan bersih Michael Dell kini mencapai USD 267,7 miliar atau sekitar Rp4.708 triliun. Angka tersebut melampaui kekayaan Bezos yang tercatat USD 265,2 miliar atau sekitar Rp4.664 triliun.
Dengan capaian itu, Dell menempati posisi ketiga orang terkaya di dunia, tepat di bawah Larry Page dan Elon Musk yang masih bertahan di dua posisi teratas.
Lonjakan kekayaan Dell tak lepas dari kinerja saham Dell Technologies yang terus menguat. Pada penutupan perdagangan Selasa (8/9), saham perusahaan tersebut melonjak 1,9 persen ke level rekor USD533,88 per lembar.
Kenaikan itu terjadi di tengah membeludaknya permintaan terhadap server yang dirancang untuk menopang kebutuhan komputasi AI. Kinerja keuangan Dell Technologies yang melesat turut memperkuat sentimen positif investor terhadap perusahaan tersebut.
Baca Juga: 211 Rumah Gambus Laut Terendam, PSDA Sumut Perkuat Cofferdam dan Rekayasa Aliran
Di balik pergeseran posisi Dell dan Bezos, terdapat perubahan besar dalam pola belanja teknologi global. Perusahaan-perusahaan kini semakin agresif membangun infrastruktur AI sendiri atau on-premise, dibandingkan sepenuhnya mengandalkan layanan komputasi awan (cloud) seperti yang menjadi salah satu kekuatan utama Amazon.
Perubahan tersebut menjadi berkah bagi Dell. Permintaan terhadap perangkat keras untuk menjalankan sistem AI memberikan dorongan besar terhadap bisnis perusahaan sekaligus mendongkrak nilai kepemilikan saham Dell.
“Pertumbuhan permintaan infrastruktur perangkat keras ini kian mengukuhkan posisi kami sebagai salah satu pemenang utama di era AI,” kata Michael Dell.
Baca Juga: SPPG Sempa Jaya Tetap Beroperasi Meski Ada Instruksi Penghentian dari BGN
Kenaikan Dell menjadi orang terkaya ketiga dunia menunjukkan bahwa demam AI tidak hanya menguntungkan perusahaan pengembang model kecerdasan buatan. Infrastruktur fisik yang menjadi tulang punggung teknologi tersebut juga tengah menikmati lonjakan permintaan yang ikut mengubah peta kekayaan para raksasa teknologi dunia.(jpg/han)
Editor : Johan Panjaitan