Singapura Bayar Warga yang Rajin Membaca 15 Menit Sehari, Ini Tujuannya

Redaksi • Dipublikasikan Kamis, 24 September 2026 | 08:00 WIB
Ilustrasi. Singapura beri uang bagi warga yang membaca 15 menit sehari.(Instagram @pandemictalks)
Ilustrasi. Singapura beri uang bagi warga yang membaca 15 menit sehari.(Instagram @pandemictalks)

 

sumutpos.jawapos.com - Pemerintah Singapura meluncurkan program unik yang memberikan insentif kepada warga yang membiasakan diri membaca buku minimal 15 menit setiap hari. Program tersebut dibuat sebagai upaya mendorong budaya membaca sekaligus mengurangi kebiasaan menghabiskan waktu berlebihan di dunia digital atau doomscrolling.

Melansir Instagram @pandemictalks, Rabu (23/9/2026), melalui strategi berbasis gamifikasi, warga Singapura yang mengikuti program ini dapat memperoleh hadiah setelah menyelesaikan sesi membaca secara rutin. Program tersebut mengharuskan peserta mencatat 50 sesi membaca harian melalui situs resmi pemerintah untuk mendapatkan hadiah sebesar 1 dolar Singapura atau sekitar Rp12 ribu.

Dalam sistem yang diterapkan, satu sesi membaca selama minimal 15 menit akan mendapatkan 20 koin virtual. Setelah terkumpul 1.000 koin, peserta dapat menukarkannya dengan uang insentif. Namun, setiap peserta hanya diperbolehkan mencatat satu sesi membaca dalam sehari.

Baca Juga: Jangan Tutup Tirai Jendela saat Lepas Landas, Ini Alasannya

Kepala Badan Perpustakaan Nasional Singapura, Melissa Tam, menyebut kebiasaan membaca dapat dibangun melalui langkah sederhana yang dilakukan secara konsisten. Karena itu, program ini dimulai dengan target yang mudah dicapai, yakni membaca selama 15 menit setiap hari.

Menurutnya, masyarakat saat ini hidup di tengah arus informasi yang sangat besar. Berbagai konten digital, berita, video singkat, hingga rangkuman informasi dapat diakses dengan cepat sehingga membuat banyak orang kehilangan waktu untuk membaca secara mendalam.

“Kita hidup di dunia dengan kelimpahan konten, informasi, dan stimulasi yang luar biasa. Kapan pun, kita bisa menggulir ratusan judul berita, menonton video, atau mendapatkan ringkasan dari hampir semua hal,” ujar Melissa Tam.

Program pemberian insentif ini bukan menjadi kebijakan baru bagi Singapura. Sebelumnya, pemerintah negara tersebut juga menerapkan berbagai program penghargaan bagi masyarakat yang menjalankan kebiasaan positif, seperti pemberian voucher belanja dan hadiah bagi warga yang aktif berjalan kaki.

Baca Juga: Curi Uang Pedagang Sayur, 2 Pemuda Kena Sergap Tim URC Satreskrim Polres Batubara

Meski mendorong kembali budaya membaca, program ini hadir ketika kemampuan membaca siswa Singapura sudah berada di tingkat tinggi. Berdasarkan hasil PISA 2025, siswa berusia 15 tahun di Singapura tercatat berada di peringkat teratas dunia dalam kemampuan membaca, mengungguli sejumlah negara seperti Tiongkok dan Taiwan.

Melalui program tersebut, pemerintah Singapura berharap masyarakat semakin terbiasa meluangkan waktu untuk membaca, memperkuat konsentrasi, meningkatkan kemampuan berpikir kritis, serta mengembangkan imajinasi di tengah derasnya konsumsi konten digital.(lin)

Editor : Redaksi
Budaya Membaca doomscrolling Membaca Buku singapura literasi digital