SUMUTPOS.CO - Stres merupakan sebuah kondisi yang dirasakan seseorang saat menghadapi tantangan, atau berada dalam situasi yang mengharuskan kita menyesuaikan diri secara cepat dengan sebuah perubahan.
Stres dapat muncul di tempat kerja, masalah dengan teman, masalah rumah tangga, hingga tagihan-tagihan yang harus disetorkan setiap bulannya. Kondisi itulah yang dapat membenani pikiran hingga menimbulkan stres.
Kondisi stres tidak boleh dibiarkan berlarut begitu saja. Stres yang terus berlanjut bisa menimbulkan gangguan kesehatan. Stres memang kondisi yang umum terjadi, jika dalam kondisi normal, stres bisa membawa dampak positif seperti membuat bekerja lebih cepat agar pekerjaan bisa selesai sebelum tenggat waktu.
Kondisi stres itu tidak bisa dibiarkan terlalu lama, karena itu pula diperlukan bagaimana dalam merespon stres yang kita alami karena akan berdampak pada kesehatan mental.
Namun terkadang, Stres juga dapat menjadi motivasi dan memacu diri untuk memecahkan masalah yang kita hadapi. Kondisi inilah yang disebut stres positif atau eustress. Eustress bermanfaat dalam memacu kreativitas, menimbulkan inspirasi dan rasa bahagia, serta menyehatkan tubuh.
Eustress diperlukan, misalnya untuk membantu kita menyelesaikan pekerjaan sebelum tenggat waktu yang diberikan, mengejar prestasi atau pencapaian dan lain sebagainya.
Sebaliknya, distress adalah stres negatif yang timbul ketika kita tidak sanggup mengatasi tekanan atau tantangan yang dihadapi. Distress adalah perasaan tidak nyaman, kewalahan, cemas, dan gelisah, yang jika berkelanjutan dengan intensitas tinggi, lama kelamaan akan merusak kesehatan mental.
Jenis-jenis Stres
Stres negatif atau distress terbagi menjadi 2 jenis berdasarkan lama berlangsungnya, yaitu stres akut dan stres kronis.
Stres Akut
Stres akut terjadi ketika kita dihadapkan pada situasi yang mendesak atau membahayakan. Stres jenis ini biasanya berlangsung dalam jangka pendek, mudah ditangani, dan akan mereda dengan sendirinya jika pemicu stres sudah hilang.
Stres Kronis
Stres kronis berlangsung lebih lama, hingga berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan. Seringkali orang tidak menganggap jenis stres ini serius, bahkan menjadi terbiasa. Namun, jika tidak dituntaskan, stres kronis dapat menimbulkan berbagai gangguan kesehatan, baik fisik maupun emosional.
Gejala-Gejala Stres
Penyebab stres bisa berasal dari diri sendiri maupun faktor lingkungan. Saat mengalami stres, tubuh akan mengeluarkan hormon kortisol dan adrenalin, yang memicu reaksi dalam tubuh seperti jantung berdetak lebih cepat, otot menegang, napas lebih cepat, tekanan darah dan sinyal kewaspadaan meningkat.
Untuk mengatasi stres yang dapat mengganggu kesehatan, kita perlu melakukan manajemen stres. Karena Stres tidak dapat dihilangkan, tapi bisa diredakan. Berikut langkah-langkah yang bisa Anda lakukan untuk mengelola stres.
1. Selalu Berpikir Positif
Energi dan pikiran yang positif bisa menjauhkan kamu dari rasa stres yang berlebihan. Berpikir positif tidak hanya membuat stres berkurang, tetapi juga bisa meningkatkan prestasi. Memikirkan dan mengucapkan dan memikirkan hal-hal yang positif dapat membuat tubuh dan otak merespon dengan sifat baik pula.
2. Berolahraga dan Beraktivitas Fisik
Saat berolahraga dan bergerak, tubuh mengeluarkan hormon endorfin yang dapat membuat tubuh lebih rileks dan membuat suasana hati lebih baik. Berolahraga juga dapat mengalihkan pikiran Anda dari hal-hal yang selama ini mengganggu.
Lakukan olahraga atau aktivitas fisik secara rutin minimal 30 menit selama 5 kali dalam seminggu. Beberapa jenis olahraga yang bisa dilakukan antara lain jalan santai, jogging, bersepeda, atau berenang. Anda pun bisa melakukan kegiatan rumah tangga, seperti membersihkan rumah atau berkebun.
3. Beribadah dan Mendekatkan Diri pada Tuhan
Meningkatkan ibadah dan mendekatkan diri pada Yang Maha Kuasa diyakini bisa meningkatkan keimanan, serta membantu Anda lebih tenang dan tabah, jauh dari pikiran-pikiran negatif.
4. Relaksasi dan Menenangkan Pikiran
Kamu perlu meluangkan waktu senggang untuk mencoba aktivitas yang merilekskan. Kegiatan-kegiatan yang bisa membuat rileks antara lain, meditasi, yoga, dan masih banyak lainnya. Menenangkan pikiran dan tidak berpikir hal-hal buruk yang akan terjadi dan yang pernah terjadi supaya tidak stress berlebihan.
Meditasi atau yoga selama 10-15 menit dan dilakukan sebanyak 4-5 kali dalam seminggu bisa membuat tenang pikiran. Melakukan meditasi juga dapat menurunkan kadar hormon stres yaitu kortisol, sehingga tubuh lebih tenang.
5. Mengidentifikasi Sumber Stres
Cara manajemen stress dimulai dengan mengidentifikasi sumber yang menjadi penyebab stres. Meskipun mudah untuk mengidentifikasi penyebab stres, namun menentukan dengan tepat sumber stres kronis bisa menjadi sesuatu yang rumit. Oleh karena itu, jangan mengabaikan bagaimana pikiran, perasaan, dan perilaku berkontribusi pada tingkat stres sehari-hari.
6. Cukup Tidur
Berikan waktu tidur yang diingkan oleh tubuh Anda, dan tingkat stres Anda akan berkurang dengan cepat. Tidur adalah mekanisme tubuh untuk memulihkan diri dan mengembalikan cadangan energinya. Jika Anda kurang tidur, tubuh Anda akan menggunakan stres untuk menjaga Anda tetap aktif dan terjaga tanpa adanya cadangan energi.
7. Kembangkan Hobi
Kamu perlu menyisihkan waktu untuk hal-hal yang kamu sukai. Melakukan kegiatan yang sesuai hobi bisa membangun perasaan yang positif tiap pagi. Kamu bisa melakukan kegiatan-kegiatan yang bisa meningkatkan kegemaran agar lebih berkualitas seperti membaca, bermain bola, menonton film, bermain puzzle, melukis, dan kegiatan positif yang lain.
8. Selalu Bersyukur
Rasa syukur atas segala nikmat yang telah Tuhan berikan akan menambah rasa nyaman dalam hidup. Terkadang memang sulit untuk bersyukur ketika dunia terasa menekan.
9. Berkumpul Bersama Orang-orang Terdekat
Sesungguhnya manusia adalah mahluk sosial yang membutuhkan kontak fisik positif dengan manusia lainnya. Menghabiskan waktu bersama orang-orang terdekat jadi salah satu cara untuk menghilangkan stres, misalnya dengan pasangan, sahabat dan keluarga. Berkumpul bersama bisa membantu memicu keluarnya oksitosin yang menjadi pereda stres alami dan memberikan aura positif, bahkan kamu bisa memperbanyak tertawa dan tersenyum yang secara alami meredakan stres.
10. Konsultasi dengan Tenaga Profesional
Jika Anda tidak dapat menemukan penyebab stres dan solusinya, mintalah bantuan tenaga profesional, seperti dokter atau psikiater. Dokter atau psikiater dapat meresepkan obat jika dibutuhkan, atau melakukan terapi perilaku kognitif (CBT) dengan psikolog klinis atau perawat jiwa.