SUMUTPOS.CO - Setiap orang mengalami berbagai macam emosi setiap hari, baik itu kebahagiaan, kesedihan, kemarahan, atau frustrasi. Emosi muncul karena reaksi atas kejadian yang dialami. Karena emosi adalah perasaan intens yang ditujukan untuk sesuatu atau seseorang.
Namun, tak jarang dalam keseharian kita sulit mengontrol emosi baik emosi positif maupun emosi negatif. Meluapkan amarah yang meledak-ledak atau mengekspresikan kegembiraan secara berlebihan saat menghadapi sesuatu.
Untuk itu pula, bagi setiap orang perlu untuk belajar mengelola atau meregulasi emosi agar bisa terekspresikan secara wajar dan sehat, sehingga tidak menimbulkan efek buruk bagi diri sendiri dan orang lain.
Ada banyak cara yang dapat Anda coba untuk mengendalikan emosi secara psikologi yakni:
1. Tersenyum
Emosi negatif bisa dinetralkan dengan aktivitas positif. Seperti dengan tersenyum, dengan cara ini emosi akan lebih terkendali dan mereda. Tersenyum saat emosi sebenarnya tergolong strategi untuk ‘menipu diri’. Namun, ini direkomendasikan untuk mengelola rasa marah atau bahkan mencairkan ketegangan.
2. Mengubah Cara Berpikir
Cara mengontrol emosi memiliki kaitan erat dengan bagaimana cara Anda berpikir. Meski mengubah cara berpikir tidak mengubah situasi, tetapi setidaknya Anda dapat mengubah bagaimana sebuah situasi memengaruhi cara pandang. Jika Anda memiliki pikiran yang mengarah pada ketidakbahagiaan, Anda bisa mengarahkan pikiran pada kesenangan atau kepuasan yang didapatkan dari situasi tersebut.
3. Kenali Situasi Sekitar
Munculnya emosi itu dipicu oleh hal-hal yang ada sekitar kamu, baik oleh waktu, tempat ataupun situasi tertentu. Misalnya saat kamu sendirian berada di situasi keramaian, emosi yang biasanya kamu rasakan adalah emosi takut dan hal tersebut merupakan hal yang wajar.
Dengan mengenali situasi sekitar,kamu akan belajar dan mengerti kapan boleh membiarkan emosi keluar apa adanya dan kapan kamu harus menahan emosi tersebut.
4. Menerima Keadaan
Menerima semua emosi yang muncul dapat membuat Anda lebih nyaman dengan kondisi tersebut. Cara mengendalikan emosi ini memungkinkan Anda untuk sepenuhnya merasakan kondisi tanpa bereaksi dengan cara yang ekstrem. Cobalah untuk menerima setiap emosi tidak sebagai sesuatu yang baik atau buruk tetapi netral. Meski emosi bisa muncul sebagai sesuatu yang tidak menyenangkan, tetapi kondisi ini mungkin dapat memberi informasi penting yang bisa digunakan.
5. Rutin Berolahraga
Olahraga bisa memicu produksi hormon bahagia sehingga mengurangi emosi ‘sumbu pendek’ atau gampang marah. Kalau rutin berolahraga, selain tubuh juga sehat secara emosional juga lebih bisa terkontrol.
6. Membaca
Aktivitas membaca merupakan satu cara alternatif untuk mengalihkan energi negatif dalam tubuh. Rasa cemas, gelisah, kecewa serta marah bisa ditekan dengan membaca buku-buku yang membuat pikiran lebih terbuka.
7. Alihkan dengan Humor
Amarah sering kali menimbulkan ketegangan dengan orang-orang di sekitar. Dalam kondisi seperti ini, Anda bisa mengelola emosi diri sendiri sekaligus ketegangan di sekitar dengan cara melontarkan humor.
Akan tetapi, ingatlah bahwa emosi bisa memengaruhi perkataan dan tindakan Anda. Jadi, saat hendak melontarkan lelucon, pastikan hal tersebut tidak melukai perasaan orang lain.
8. Mencoba Meditasi
Meditasi adalah salah satu cara mengontrol emosi yang efektif untuk dilakukan. Meditasi dapat membantu Anda meningkatkan kesadaran tentang semua perasaan dan pengalaman. Ketika bermeditasi, Anda melatih diri sendiri untuk berdamai dengan emosi yang dirasakan. Selain itu, meditasi juga membantu tubuh lebih rileks dan tidur menjadi lebih baik.
9. Menulis
Cara mengendalikan emosi dengan menulis dapat membantu menemukan kondisi yang menyebabkan perasaan yang tidak diinginkan. Menuliskan perasaan di atas kertas atau melalui perangkat elektronik memungkinkan Anda untuk merenungkan emosi lebih dalam. Mengidentifikasi pemicu secara spesifik memungkinkan Anda untuk menemukan cara untuk mengelolanya lebih produktif.
10. Bersosial
Kondisi emosional seseorang merupakan sebuah energi. Kalau energi negatif yang merongrong justru cenderung merusak. Jadi, agar energi negatif pecah cobalah untuk bersosial. Atau bisa dengan bercerita dan berbagi pada orang lain yang dipercaya.(bbs/han)