Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Limbah Padi Jadi Cuan: Cara Lengkap Mengolah Jerami Menjadi Lumbung Budidaya Jamur Merang

Redaksi • Kamis, 28 Agustus 2025 | 18:00 WIB
Jamur merang (pixabay.com)
Jamur merang (pixabay.com)

SUMUTPOS.JAWAPOS.COM - Setelah panen padi petani cendrung membiarkan begitu saja limbah jerami di sawah. Bahkan terkadang dibakar begitu saja.

Padahal dari limbah jerami bisa menghasilkan cuan yang bahkan nilai nya lebih besar dengan melakukan budidaya jamur merang.

Jamur Merang salah satu jenis jamur yang digemari masyarakat. Di pasaran harga jamur merang perkilo sekitar Rp50 ribu. Bahkan kini permintaan jamur merang meningkat.

Jamur merang mmengandung beragam nutrisi, bermanfaat untuk menjaga kesehatan tulang dan otot dan yang lebih penting adalah berpotensi menghasilkan cuan untuk para petani dengan modal yang sangat minim.

Jamur Merang mudah ditemui di pasar tradisional dan modern. Bahkan restoran Jepang menengah atas kerap menghadirkan menu dari Jamur Merang.

Jamur Merang adalah satu komoditas holtikultura yang memiliki pasar cukup luas, tapi pembudidayanya sendiri masih belum seberapa. Padahal bahan bakunya berlimpah di kalangan para petani padi.

Jamur merang memiliki prospek bisnis yang masih bagus dari hari ke hari. Jamur Merang sama halnya dengan jenis jamur konsumsi lainnya yang memiliki pasar tersendiri yang menarik untuk digali.

Dilansir dari kanal Youtube Agropedia Pertanian holtikultura ini terus digenjot pertumbuhannya.

Sebab berdasarkan data dari Kementerian Pertanian sendiri produksi lokal jamur baru mencapai 33 ton/tahun.

Artinya segmen pasar untuk Jamur Merang masih terbuka luas. Hal ini seharusnya menjadi peluang bagi para petani padi untuk memanfaatkan limbah jerami menjadi lebih berdaya guna.

Membudidaya Jamur Merang tidak lah sulit. Bisa dilakukan dengan skala rumahan bagi pemula atau siapa pun. Membudidaya Jamur Merang bisa memanfaatkan pekarangan rumah.

Cara Pembuatan Kubung Jamur Merang
Anda harus menyiapkan rumah yang ramah untuk tumbuh kembang Jamur Merang. Tempat penyimpanan bag log (media tumbuh jamur) dapat dibuat dengan menggunakan bilik bambu ataupun tembok permanen.

Kubung dibuat seperti rumah yang tersusun dari rak-rak penyusun tempat media tanam (bag log).

Jarak antar rak yang disarankan adalah 60-75 cm, dengan lebar rak 50 cm, tinggi rak maksimal 3 m, dan panjang yang disesuaikan dengan ketersediaan lahan.

Pada jarak tersebut, rak dapat berisi 4-5 bag log. Anda bisa membuat kubung dengan ukuran yang disesuaikan pada luasan lahan.

Cara Pembuatan Media Tanam Jamur Merang

Setelah mempersiapkan kubung sebagai tempat peletakan media tanam jamur merang, selanjutnya Anda bisa mulai membuat media tanam jamur dalam bentuk bag log.

Anda bisa membuat bag log menggunakan alat-alat sederhana dan murah dengan cara berikut:

pembuatan media tanam jamur merang

a. Alat

Alat sterilisasi berfungsi untuk mensterilisasi media tanam jamur agar dapat ditumbuhi oleh jamur merang tanpa terganggu OPT lainnya.

Alat sterilisasi jamur sederhana yang bisa Anda pilih adalah bak steril dan kompor.
Alat pengadukan media berupa cangkul, ayakan, ember dan sekop.

Alat inokulasi berupa lampu bunsen+spiritus, masker, spatula/pinset, alcohol
Alat angkut berupa keranjang.
Bag Log (Plastik PP ukuran 18×30 cm atau 20×30 cm atau 23×35 cm)
Ring/cincin.

b. Bahan

100 kg serbuk gergaji
15 kg dedak (untuk sumber makanan tambahan jamur merang)
2 kg kapur
1 kg gips atau secukupnya untuk mendapatkan pH media tanam antara 6-7.

c. Cara Pembuatan Media Tanam Jamur Merang

Pembuatan media tanam jamur merang meliputi beberapa langkah, mulai dari pengayakan, pencampuran, pemeraman, pengisian media kedalam bag log, sterilisasi, dan pendinginan. Untuk lebih jelasnya, berikut ini adalah panduan langkahnya:

cara pembuatan media tanam

Pengayakan media tanam dengan cara menyaring sebuk kayu gergaji, dedak, dan kapur berukuran besar untuk mendapatkan serbuk yang kecil dan halus.

Ini bertujuan untuk mendapatkan tingkat pertumbuhan miselia yang merata dengan kepadatan tertentu.

Pencampuran media tanam bertujuan untuk mendapatkan komposisi media yang merata dan sesuai dengan kebutuhan hara jamur merang.

Campurkan semua bahan secara merata dan ditambahkan air bersih hingga kadar air mencapai 60-65% (jika bahan dikepal tidak mudah pecah dan berantakan).

Lakukan pemeraman media tanam dengan cara memasukkan media tanam kedalam drum, kemudian menutup rapat drum menggunakan plastik dan tutup drum selama 1 malam.

Ini bertujuan untuk menguraikan senyawa-senyawa kompleks menjadi senyawa sederhana dengan bantuan mikroba. Dengan begitu, senyawa tersebut bisa lebih mudah dicerna jamur.

Pengisian media tanam kedalam bag log yang merupakan kantong plastik berbahan polypropilene (PP). Langkah pengisian media tanam:

Masukkan serbuk gergaji yang sudah dikompos kedalam kantong plastik ukuran 18×30 cm atau 20×30 cm atau 23×35 cm.

Padatkan campuran media tanam kedalam plastik.
Satukan ujung plastik dan pasang cincin pada leher plastik hingga menyerupai botol.

Sterilisasi bertujuan untuk menonaktifkan mikroba, baik bakteri jahat, jamur, virus, dan OPT lain yang dapat mengganggu pertumbuhan jamur. Lakukan sterilisasi pada suhu 70oC selama 5-8 jam.

Pendinginan merupakan proses penurunan suhu media tanam agar bibit jamur merang yang ditanam tidak mati sekaligus mempermudah proses penanaman bibit.

Caranya, keluarkan bag log dari drum sterilisator letakkan baglog di ruangan bersuhu 30-35oC selama 8-12 jam.

Itu adalah panduan cara pembuatan media tanam jamur merang. Setelah proses pembuatan media tanam, maka langkah selanjutnya adalah penanaman bibit jamur merang.

4. Penanaman Bibit Jamur Merang (Inokulasi)

Anda bisa mendapatkan bibit jamur merang dari pihak penjual bibit jamur merang. Dengan begitu, Anda tidak perlu lagi membuat bibit jamur merang sendiri.

Jika Anda adalah pembudidaya jamur merang pemula, disarankan untuk membeli bibit dari pihak pembibitan jamur merang, mengingat cara membuat bibit jamur merang membutuhkan keahlian.

Nah, agar proses penanaman bibit jamur merang berjalan lancar, berikut ini adalah panduan cara menanam jamur merang:

cara menanam jamur merang

Sterilkan tubuh dan tangan dengan cara menggunakan baju bersih dan menyemprot desinfektan ke seluruh tubuh, sekaligus menyemprot tangan dengan alkohol.

Sterilkan spatula dengan alkohol 70%, kemudian bakar diatas api.
Buka sumbatan kapas pada bag log, kemudian buat lubang pada media tanam.

Ambil miselia (bibit) sebanyak 1 sendok teh dari wadah bibit, lalu letakkan kedalam bag log.
Tekan untuk meratakan bibit.
Tutup bag log kembali dengan kapas.

Baca Juga: Kahiyang Ayu Kukuhkan Maya Hasmita menjadi Bunda PAUD Labuhanbatu
Letakkan bag log yang sudah di inokulasi tersebut pada ruangan inkubasi bersuhu 25-30o C.
Tutup kubung secara rapat.
Tunggu seluruh permukaan media tumbuh pada baglog berwarna putih merata pada umur 20-30 hari.

Itulah tata cara cara membudidayakan Jamur Merang. Hanya dengan modal sekitar Rp50 ribu budidaya Jamur Merang telah bisa dilakukan. (sit)

Editor : Redaksi
#petani #budidaya #jamur merang