Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Waspadai! Ini Penyebab Bau Badan dan Cara Ampuh Mengatasinya

Johan Panjaitan • Jumat, 12 September 2025 | 13:10 WIB
ilustrasi: Ada beberapa penyebab bau badan.
ilustrasi: Ada beberapa penyebab bau badan.

Sumutpos.jawapos.com-Bau badan mungkin tidak membahayakan secara medis, namun dampaknya terhadap kepercayaan diri dan kenyamanan sosial tidak bisa dianggap sepele. Jutaan orang mengalami bau badan tanpa menyadari penyebabnya maupun cara mengatasinya dengan tepat.

Dilansir dari kanal YouTube edukasi kesehatan Ini Kata Dokter, bau badan erat kaitannya dengan produksi keringat yang bercampur dengan bakteri di kulit. Meski berkeringat adalah proses alami tubuh untuk mengatur suhu, dalam beberapa kondisi, keringat bisa menjadi sumber masalah.

Mengapa Tubuh Berkeringat?

Keringat adalah mekanisme tubuh untuk menstabilkan suhu, terutama saat cuaca panas atau saat melakukan aktivitas fisik. Keringat terdiri dari air, laktat, urea, dan mineral seperti kalium, magnesium, serta natrium—yang membuatnya terasa asin.

Keringat diproduksi oleh dua jenis kelenjar:

-Kelenjar ekrin, tersebar di seluruh tubuh dan menghasilkan keringat ringan serta tidak berbau.

-Kelenjar apokrin, terdapat di area ketiak dan genital, menghasilkan keringat lebih kental yang kaya bahan organik. Ketika bercampur dengan bakteri, keringat ini bisa menimbulkan bau tidak sedap.

Terdapat beberapa kondisi medis yang berkaitan dengan keringat dan bau badan:

Hiperhidrosis
Produksi keringat berlebih tanpa bau. Dapat bersifat lokal (misalnya di telapak tangan) akibat saraf simpatis yang terlalu aktif, atau menyeluruh akibat penyakit sistemik atau efek samping obat.

Kromhidrosis
Kondisi langka di mana keringat berwarna dan sering disertai sensasi panas serta gatal di area tertentu, terutama ketiak.

Bromhidrosis
Istilah medis untuk bau badan yang tidak sedap. Umumnya muncul setelah pubertas karena kelenjar apokrin mulai aktif. Lebih sering dialami oleh pria, orang dengan obesitas, serta pada kelompok ras tertentu.

Faktor lain yang memengaruhi bau badan antara lain hormon, genetika, serta makanan seperti bawang putih, keju, daging merah, ikan asin, dan makanan fermentasi.

Cara Mengatasi Bau Badan

Untuk mengatasi bau badan, berikut langkah-langkah yang dapat dilakukan:

-Rutin mandi, mencukur bulu ketiak, dan menjaga kebersihan tubuh.

-Ganti pakaian saat berkeringat dan gunakan sabun antibakteri.

-Hindari makanan penyebab bau badan, seperti bawang putih dan daging merah.

Gunakan deodoran dan antiperspiran:

Antiperspiran mengandung aluminium klorida yang menghambat keluarnya keringat.

Deodoran mengandung antimikroba dan pewangi untuk mengurangi bau tanpa mengurangi keringat.

Kini banyak produk yang menggabungkan fungsi keduanya untuk perlindungan maksimal.

Terapi Medis Jika Bau Badan Tak Kunjung Hilang

Jika bau badan tetap mengganggu meski sudah melakukan perawatan rutin, beberapa tindakan medis bisa menjadi solusi:

-Suntikan botox di area yang sering berkeringat untuk menghambat kelenjar keringat.

-Operasi pengangkatan kelenjar apokrin, atau sedot lemak (liposuction) di area tertentu.

Namun, tindakan medis ini hanya dilakukan setelah berkonsultasi dengan dokter spesialis kulit atau bedah.(han)

Editor : Johan Panjaitan
#keringat #bakteri #bau badan #penyebab #kepercayaan diri