Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Jangan Buru-Buru Membuang Media Tanaman Bekas, Begini Tips Hemat Menyuburkan Kembali Tanah Yang Telah Dipakai

Redaksi • Selasa, 16 September 2025 | 08:00 WIB

 

Menyuburkan kembali tanah yang telah dipakai (youtube Kebun Mini Ali).
Menyuburkan kembali tanah yang telah dipakai (youtube Kebun Mini Ali).

SUMUTPOS.JAWAPOS.COM - Banyak orang membuang begitu saja tanah bekas tanaman yang telah padat karena sudah tidak subur lagi.

Padahal tanah bekas tersebut bisa digemburkan kembali hingga menjadi media tanam yang tetap mampu menyuburkan tanaman seperti pertama kali. Jadi lebih hemat.

Tanah yang subur sendiri merupakan tanah yang apabila ditanami bibit mampu menghasilkan panen yang tinggi sepanjang tahun.

Namun, jika tanah terlalu sering dan terlalu lama ditanami bibit tanaman, maka tanah sawah tersebut dapat mengeluarkan unsur-unsur serta zat yang dimilikinya, sehingga kesuburan tanah akan semakin berkurang.

Faktor tanah berkurang kesuburannya antara lain karena tanah telah digunakan berulang, penggunaan pupuk yang berlebihan bahkan pemanasan global turut mempengaruhi kesuburan tanah.

Dilansir dari Youtube Kebun Mini Ali, cara mengembalikan kesuburan tanah yang pertama adalah dengan melakukan penggemburan tanah. Metode ini akan menghancurkan pori-pori tanah yang keras agar dapat membantu mengembalikan kondisi tanah yang tandus menjadi subur kembali.

Tak hanya itu, penggemburan tanah juga dilakukan dengan tujuan agar udara yang terdapat di dalam tanah mengalir dan membantu tanah untuk bernafas kembali.

Cara selanjutnya adalah dengan melakukan pengendalian terhadap gulma. Gulma sendiri merupakan tanaman yang dapat mengganggu pertumbuhan terhadap tanaman utama.

Dengan melakukan pengendalian terhadap gulma maka dapat menekan laju perkembangbiakan gulma agar tidak mengganggu perkembangan tanaman budidaya lainnya.

Dalam melakukan pengendalian gulma sendiri, terdapat beberapa cara yang dapat dilakukan, salah satunya adalah dengan memangkas tanaman gulma.

Baca Juga: Ajie Darmaji Tegaskan Permohonan Penetapan Wali untuk Administrasi Anak, Bukan Sengketa Hak Waris

Tanah yang kekurangan zat hara juga menjadi salah satu penyebab tanah mengalami ketidaksuburan. Untuk mengatasi hal ini, dapat menyebarkan pupuk kompos atau kotoran ternak pada permukaan tanah.

Hal ini sendiri dilakukan agar tanah mendapatkan kebutuhan zat hara organik serta membantu tanah dalam melakukan proses penghancuran puing tanah.

Jika pH tanah yang terlalu rendah maupun tinggi, maka bisa mengatur tingkat pH tanah dengan menggunakan kapur dolomite.

Untuk melakukan cara satu ini, hanya perlu menyebarkan kapur dolomite pada permukaan tanah, agar tingkat pH tanah dapat kembali netral dan stabil.

Tanah yang tidak subur biasanya juga bisa disebabkan karena kurangnya nutrisi serta kurangnya kandungan mineral pada tanah.

Untuk mengatasi hal ini bisa juga memberikan nutrisi dalam bentuk mineral pada tanah, seperti besi, tembaga, seng, belerang, boron, atau kobalt, dengan menambahkan bebatuan yang sudah mengalami proses pelapukan ke dalam lapisan tanah. (sita)

Editor : Redaksi
#media tanam #tanah #Menyuburkan Tanah