sumutpos.jawapos.com - Pernah menghadapi anak yang tantrum di depan umum? Situasi itu tentu sangat tidak nyaman.
Itulah sebab, cara mengatasi anak tantrum yang suka memukul sering menjadi pertanyaan banyak orang tua, terutama ketika perilaku ini muncul berulang kali.
Melansir Psychology Today, Minggu (9/8/2026), anak tantrum biasanya ketika mereka merasa tidak didengar atau keinginannya tidak terpenuhi, hingga memukul menjadi cara untuk menarik perhatian.
Selain itu, faktor sederhana seperti lapar, lelah, bosan, atau tidak nyaman juga bisa memicu reaksi berlebihan.
Baca Juga: 7 Rumah di Lau Kersik Dairi Hangus Terbakar, 2 Terpaksa Dirusak untuk Hentikan Api
Dari sudut pandang anak, tindakan tersebut terasa sebagai respons yang wajar terhadap rasa frustrasi yang mereka alami.
Berikut cara mengatasi anak tantrum suka memukul:
1. Hentikan dengan tegas
Saat anak mulai memukul, segera hentikan dengan lembut namun tegas.
Pegang tangan anak jika diperlukan untuk mencegah mereka menyakiti orang lain.
Tetap jaga nada suara agar tidak ikut terpancing emosi. Sikap tenang membantu anak merasa lebih aman.
2. Ajak ke tempat yang tenang
Jika tantrum terjadi di tempat umum, pindahkan anak ke area yang lebih sepi.
Baca Juga: Pemkab Karo Janji ‘Angkat Kaki’ dari RSUD Kabanjahe Akhir 2027
Lingkungan yang lebih tenang membantu anak meredakan emosinya secara perlahan.
Langkah ini juga menjaga anak agar tidak merasa dipermalukan di depan orang lain.
3. Arahkan anak untuk mengungkapkan perasaan
Setelah kondisi mulai membaik, bantu anak mengenali apa yang mereka rasakan.
Gunakan kalimat sederhana agar anak mulai terbiasa mengungkapkan emosi.
Baca Juga: Gagal di Piala AFF 2026, Timnas Indonesia Siapkan Skuad Utama untuk FIFA ASEAN Cup
Dengan begitu, anak perlahan belajar mengganti tindakan memukul dengan komunikasi.
4. Beri penjelasan singkat
Ketika anak sudah lebih tenang, ajak bicara singkat tentang kejadian tadi.
Sampaikan bahwa memukul bukan cara yang boleh dilakukan. Berikan alternatif sederhana, seperti berbicara, meminta bantuan, atau menjauh sejenak.
5. Bangun kebiasaan yang mendukung emosi
Memberikan perhatian penuh saat bersama anak bisa membantu mencegah tantrum.
Anak yang merasa didengar biasanya tidak perlu mencari perhatian dengan cara agresif.
Baca Juga: Ketua Umum KONI Medan Terima DAN Kehormatan dari Shokaido
Rutinitas makan, tidur, dan bermain yang teratur juga membantu anak merasa lebih aman dan stabil.
6. Konsistensi jadi kunci
Konsistensi dalam merespons akan membantu anak memahami batasan dan belajar mengelola emosinya.
Seiring waktu, anak akan terbiasa mengekspresikan perasaan dengan cara yang lebih sehat dan terkendali.(lin)
Editor : Redaksi