sumutpos.jawapos.com - Normalnya, bulu mata bisa rontok antara satu hingga lima helai setiap harinya. Namun, jika lebih maka pasti ada masalah.
Pasalnya, bulu mata tak sekadar berfungsi untuk mempercantik wajah, tapi melindungi mata dari kotoran yang dapat menghalangi penglihatan dan menyebabkan infeksi atau cedera.
Melansir Cleveland Clinic, Rabu (19/8/2026), dalam dunia medis, bulu mata rontok dikenal dengan istilah madarosis.
Dan, bulu mata memiliki siklus tumbuh, rontok, dan tumbuh kembali setiap 6 sampai 10 minggu.
Baca Juga: Kenali Pasangan yang Suka Playing Victim, Ini Cirinya
Artinya, kerontokan bulu mata yang lebih cepat dan banyak bisa jadi indikasi masalah kesehatan tertentu.
Berikut beberapa penyebab bulu mata rontok:
1. Iritasi kosmetik
Membiarkan riasan mata terlalu lama, serta sering menggunakan ekstensi bulu mata dan penjepit bisa merusak bulu mata dan mempercepat kerontokan.
Kerontokan bulu mata juga bisa disebabkan oleh alergi terhadap maskara dan lem yang digunakan untuk memasang eyelash extension.
2. Peradangan bulu mata
Penyebab bulu mata rontok lainnya, yakni adanya peradangan pada bulu mata atau blefaritis.
Gejalanya berupa rasa gatal atau terbakar disertai kemerahan atau pembengkakan pada kelopak mata.
Baca Juga: Mantan Kepala Pelatih Pelatnas Federasi Panjat Tebing Indonesia Hendra Basir Jadi Tersangka
Blefaritis merupakan kondisi yang terjadi ketika kelenjar minyak yang tersumbat di dekat pangkal bulu mata menyebabkan peradangan kronis dan masalah pada folikel bulu mata.
3. Kanker kulit
Beberapa masalah kesehatan bisa menjadi penyebab bulu mata rontok, seperti penyakit autoimun seperti alopecia areata, lupus, dan skleroderma.
Pun kondisi hormonal seperti hipotiroidisme. Bisa juga infeksi seperti virus herpes simpleks (HSV), HIV dan AIDS, sifilis, dan tuberkulosis (TB).
Bulu mata rontok juga bisa karena menopause dan kanker kulit.
4. Trikotilomania
Trikotilomania adalah kondisi tekanan emosional atau psikologis yang menyebabkan seseorang memiliki kebiasaan mencabut bulu matanya sendiri.
Baca Juga: Minola Sebayang Sebut Sarwendah Mengintervensi Dirinya
Seseorang yang mengidap kelainan ini, sering mengalami dorongan yang tidak tertahankan untuk mencabut rambut yang ada di tubuh.
Baik itu rambut di kulit kepala, alis, bulu mata, maupun bagian tubuh lainnya.
Kondisi ini bisa terkait erat dengan riwayat keluarga, usia, stres, atau kondisi kesehatan lain, seperti depresi atau gangguan obsesif-kompulsif.
5. Kekurangan vitamin
Kerontokan bulu mata juga dapat terjadi karena kekurangan vitamin tertentu.
Secara khusus, kekurangan biotin, seng, dan zat besi terbukti berperan dalam pertumbuhan bulu mata.(lin)
Editor : Redaksi