sumutpos.jawapos.com - Ikan laga atau ikan cupang pada fitrahnya aktif dan cenderung lahap saat makan. Namun, kenapa dia bisa loyo?
Melansir PetMD, Kamis (1/10/2026), perubahan perilaku ikwn cupang tersebut patut diperhatikan. Ini bisa saja terkait suhu dan kualitas air, kondisi lingkungan, hingga penyakit.
Berikut penyebabkan ikan cupang loyo dan tidak mau makan:
1. Air terlalu dingin
Ikan cupang merupakan ikan tropis yang membutuhkan air hangat. Ketika suhu terlalu rendah, aktivitas tubuhnya dapat melambat, termasuk perilaku mencari dan memakan makanan.
Penelitian yang diterbitkan dalam Canadian Journal of Zoology menguji batas toleransi suhu pada sejumlah ikan akuarium tropis, termasuk ikan cupang.
Hasil penelitian menunjukkan aktivitas dan tingkat makan cupang mulai menurun ketika suhu berada di kisaran 16,5-17,5 derajat Celsius.
Namun, angka tersebut bukan berarti cupang baru akan mengalami masalah ketika suhu air mencapai 16 derajat Celsius. Suhu akuarium untuk cupang peliharaan sebaiknya jauh lebih hangat.
Suhu air yang direkomendasikan untuk cupang berada di kisaran 76-81 derajat Fahrenheit atau sekitar 24,4-27,2 derajat Celsius.
Selain suhu, kestabilannya juga penting karena perubahan suhu yang terlalu cepat dapat membuat ikan stres.
2. Kualitas air bermasalah
Air yang terlihat jernih belum tentu memiliki kualitas yang baik untuk ikan. Kualitas air merupakan salah satu faktor penting dalam memelihara cupang.
Sejumlah parameter, seperti kadar amonia, nitrit, nitrat, dan pH, perlu diperhatikan.
Perubahan kondisi air dapat membuat ikan stres sekaligus meningkatkan risiko gangguan kesehatan.
Studi terhadap 40 ikan cupang jantan yang diterbitkan dalam Animal Behaviour Science menemukan bahwa semakin tinggi tingkat kekeruhan air, semakin rendah feeding rate atau tingkat makan ikan.
Ikan juga membutuhkan waktu lebih lama untuk mencapai makanan.
Artinya, kondisi lingkungan akuarium yang buruk tidak hanya dapat membuat cupang terlihat malas bergerak, tetapi juga mengurangi responsnya terhadap makanan.
3. Stres
Cupang memang dikenal sebagai ikan yang relatif mudah dipelihara. Namun, bukan berarti ikan ini dapat ditempatkan dalam kondisi lingkungan apa pun.
Lingkungan yang tidak sesuai dapat membuat cupang stres. Beberapa penyebabnya antara lain aliran filter yang terlalu kuat, perubahan kondisi akuarium secara mendadak, hingga lingkungan yang membuat ikan tidak merasa aman.
Cupang membutuhkan air yang bersih dan stabil, aliran air yang lembut, tempat untuk bersembunyi, serta akses ke permukaan air.
Ikan ini juga memiliki organ labirin yang memungkinkannya mengambil udara langsung dari permukaan air.
Karena itu, permukaan akuarium tidak sebaiknya tertutup rapat atau terhalang sehingga cupang kesulitan mengambil udara.
4. Sakit
Diam dan tidak mau makan juga dapat menjadi tanda cupang sedang sakit, terutama jika disertai perubahan fisik lainnya.
Mengutip penelitian yang diterbitkan dalam Comparative Medicine, cupang yang mengalami gangguan kesehatan dapat menunjukkan perubahan perilaku, seperti lethargy atau menjadi sangat pasif, tidak tertarik pada makanan, serta sirip yang menguncup atau menempel ke tubuh.
Tanda lainnya dapat muncul tergantung masalah kesehatan yang dialami. Pada kondisi fin rot, misalnya, sirip dapat terlihat rusak atau memiliki bagian tepi yang tidak rata.
Sementara itu, pada gangguan kesehatan tertentu, ikan dapat mengalami perubahan warna, luka, atau kesulitan menjaga keseimbangan tubuh.(lin)
Editor : Redaksi