Mahasiswa Jepang menunjukkan ponsel mereka saat bermain game Nintendo Pokemon Go di ponsel mereka di Tokyo pada 22 Juli 2016. Game Pokemon yang telah dirilis di lebih dari 30 negara, akhirnya diluncurkan di pasar asli Jepang, di mana Nintendo menciptakan waralaba dua dekade lalu.
MEDAN, SUMUTPOS.CO - Larangan terhadap game Pokemon Go terus disuarakan. Kali ini giliran Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kajatisu) DR Bambang Sugeng Rukmono MM MH yang melarang keras jaksa dan pengawai di jajarannya bermain Pokemon Go yang berbasis GPS selama jam kerja dan berada di kantor.
Menurut Bambang, pelarangan ini menindaklanjuti surat edaran dari Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB). Untuk itu, ia meminta kepada jajarannya untuk mematuhi larangan tersebut.
"Saya sudah imbau kepada seluruh Jaksa dan pegawai untuk tidak bermain Pokemon Go, ini meneruskan larangan dari Kemenpan RB. Apa lagi bermainnya di area kantor ini, tidak dibenarkan," kata Bambang pada acara Hari Bhakti Adhyaksa ke-56 di Makam Pahlawan Medan, Jumat, (22/7).
Disebutkannya, larangan bermain game Pokemon Go itu juga berlaku kepada masing satuan kerja (Satker) di masing-masing Kejaksaan Negeri (Kejari) di jajaran Kejati Sumut. Namun, Bambang tidak dapat memastikan apa sanksi yang akan dijatuhkan kepada jaksa atau pegawai yang kedapatan bermain Pokemon Go di kantor.
Larangan juga disampaikan Sekretaris Kota Binjai, Elyuzar Siregar SH MHum. Menurutnya, permainan ini bisa mengganggu kinerja Pemko Binjai dalam pelayanan masyarakat.
Disebutkannya, ada dampak negatipnya dalam bermain games Pokemon GO. "Karena dalam bermain pokemon harus menatap layar ponsel dengan konsentrasi sehingga sulit dalam konsentrasi dalam bekerja," pungkasnya.
Dia juga berharap selaku gamers jangan memainkan games Pokemon Go saat menyebarang jalan, mengendarai kenderaan dan dalam kantor-kantor dalam menjalani aktivitas kerja.
BARU RILIS DI JEPANG
Sementara, di tengah maraknya pelarangan terhadap games berbasis GPS itu, permainan Pokemon Go akhirnya diluncurkan di Jepang, Jumat (22/7). Niantic Labs sebagai perusahaan perangkat lunak di balik permainan tersebut, mengumumkan peluncurannya di Jepang. Peluncuran dilakukan dengan kesepakatan sponsorship McDonalds.
Restoran cepat saji tesebut diharapkan akan diiklankan sebagai tempat di mana orang-orang dijamin untuk menemukan Pokemon, atau sebagai "gym" di mana pemain dapat melatih monster mereka tangkap untuk perkelahian virtual.
Untuk diketahui, Pokemon Go sendiri adalah sebuah game pada smartphone yang terintegrasi dengan mobile data, GPS dan kamera untuk menangkap makhluk kecil di ruang publik. Ia bekerja dengan menunjukkan gambaran lingkungan nyata dengan kamera ponsel, kemudian menggunakan GPS untuk menempatkan monster kecil virtual dalam layar.
Sebelumnyam Pemerintah Jepang juga sibuk mengeluarkan berbagai peringatan keamanan. Bahkan, pusat penanggulangan bencana di Negeri Sakura itu sampai turun tangan.
Ini merupakan peristiwa yang langka. National Center for Incident Readiness and Strategy for Cyber Security (NISC), biasanya tak mengeluarkan peringatan yang begitu detail hanya karena satu permainan spesifik. Tapi saat berhadapan dengan Pokemon Go, mereka benar-benar melakukan segala hal untuk memastikan peringatan itu diketahui masyarakat.
Sebagaimana dilansir Reuters, Jumat (22/7), NISC mengeluarkan sembilan instruksi yang bertujuan memastikan keamanan pemain game tersebut. Isinya antara lain meminta pemain tidak menggunakan nama aslinya dan berhati-hati dengan aplikasi palsu.
NISC juga mengirimkan peringatan tersebut melalui Twitter dan Line, mengingatkan agar pemain di Jepang tetap waspada terhadap risiko heat stroke saat bermain di musim panas dan meminta pemain tidak memburu Pokemon hingga masuk ke wilayah berbahaya.
Kepala Sekretaris Kabinet Jepang Yoshihide Suga mengatakan, pemerintah setempat mengkhawatirkan keselamatan orang-orang yang bermain Pokemon Go, karena itu mereka membuat peringatan itu.
“Saya berharap orang-orang mengikuti anjuran yang dikeluarkan pemerintah dan memakai ponselnya dengan hati-hati,” ujarnya.
Pokemon Go memang sempat ditunda peluncurannya di Jepang. Selain soal persiapan kapasitas server, bisa jadi pemerintah setempat memang ingin memastikan semua orang sudah sadar akan risiko bahaya memainkan game augmented reality seperti ini, sehingga mereka bisa terhindar dari kecelakaan fatal.
Sekadar diketahui, di Amerika Serikat banyak terjadi beberapa hal buruk akibat pemain Pokemon Go yang tidak waspada dengan situasi sekelilingnya. Contoh kejadiannya adalah pemain di Missouri yang dipancing untuk datang ke tempat tertentu dan akhirnya dirampok, atau lusinan orang yang jatuh dan terluka saat mencari Pokemon. (gus/amr/bbs/adz) Editor : Admin-1 Sumut Pos