sumutpos.jawapos.com – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB). Tim mahasiswa bernama iConic berhasil meraih Juara 2 Nasional pada kategori Lomba Karya Tulis Ilmiah dalam ajang Smart Safety Competition 2026 yang diselenggarakan oleh Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro.
Melansir Instagram @cretivox, Rabu (10/6/2026), Tim iConic beranggotakan tiga mahasiswa, yakni Mahesya Friemay Romadhoni, Muhammad Yasser Saputro, dan Rizky Miftah Alfiah. Mereka berhasil mencuri perhatian dewan juri melalui inovasi bertajuk SADAR Helmet, sebuah helm pintar berbasis Internet of Things (IoT) yang dirancang untuk mendeteksi gejala microsleep atau tidur sesaat pada pengendara motor secara real-time.
Microsleep merupakan kondisi ketika seseorang tertidur dalam waktu sangat singkat tanpa disadari. Meski hanya berlangsung beberapa detik, kondisi ini dapat meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas secara signifikan, terutama bagi pengendara yang mengalami kelelahan saat berkendara.
Baca Juga: KAI dan Pemkab Deli Serdang Sepakat Tata Kawasan Eks Stasiun Deli Tua
Melalui SADAR Helmet, tim mahasiswa ITB menghadirkan solusi preventif dengan memanfaatkan kombinasi sensor detak jantung, akselerometer, dan giroskop. Data yang diperoleh dari berbagai sensor tersebut kemudian diolah menggunakan teknologi sensor fusion dan machine learning untuk mengidentifikasi tanda-tanda awal pramicrosleep secara lebih akurat.
Ketika sistem mendeteksi adanya indikasi pengendara mulai kehilangan fokus akibat kelelahan, helm akan secara otomatis memberikan peringatan melalui getaran, suara, serta notifikasi digital. Tujuannya adalah membangunkan kesadaran pengendara sebelum kondisi berbahaya benar-benar terjadi.
Keunggulan lain dari SADAR Helmet adalah desainnya yang dapat dipasang pada helm standar berlabel SNI tanpa memerlukan modifikasi besar. Dengan biaya produksi yang relatif terjangkau, inovasi ini dinilai memiliki peluang besar untuk diterapkan secara luas di Indonesia.
Baca Juga: Dari SimCity ke Dunia Nyata, Raden Raka Jadi Ketua RW Termuda di Cimahi di Usia 22 Tahun
Menurut tim pengembang, tingginya angka kecelakaan lalu lintas yang dipicu oleh faktor kelelahan menjadi latar belakang utama lahirnya inovasi tersebut. Mereka berharap teknologi yang dikembangkan dapat menjadi salah satu upaya nyata dalam meningkatkan keselamatan berkendara, khususnya bagi pengguna sepeda motor yang mendominasi lalu lintas di Indonesia.
Ke depan, tim iConic berencana mengembangkan SADAR Helmet dengan berbagai fitur tambahan, seperti integrasi aplikasi mobile, GPS tracking, cloud monitoring, hingga analisis perilaku pengendara berbasis kecerdasan buatan (AI). Pengembangan tersebut diharapkan dapat meningkatkan akurasi sistem sekaligus memperluas manfaat yang diberikan kepada pengguna.
Selain itu, mereka juga membuka peluang kolaborasi dengan industri, pemerintah, maupun berbagai pihak terkait agar teknologi ini dapat diproduksi dan dimanfaatkan secara lebih luas sebagai bagian dari upaya menekan angka kecelakaan lalu lintas nasional.
Keberhasilan meraih Juara 2 Nasional menjadi bukti bahwa inovasi mahasiswa Indonesia mampu menghadirkan solusi teknologi yang tidak hanya kreatif, tetapi juga memiliki dampak nyata bagi keselamatan masyarakat. Dengan pengembangan yang berkelanjutan, SADAR Helmet berpotensi menjadi salah satu terobosan penting dalam menciptakan budaya berkendara yang lebih aman di masa depan.(lin)
Editor : Redaksi