sumutpos.jawapos.com - Di tengah era komunikasi digital yang serba cepat, sebuah aplikasi pesan bernama Carrier Pidge justru menawarkan pengalaman berbeda. Aplikasi ini mengajak pengguna kembali merasakan sensasi menunggu pesan datang, tetapi dalam bentuk modern melalui simulasi burung merpati virtual.
Melansir Instagram @pamdemictalks, Minggu (16/8/2026), Carrier Pidge memungkinkan pengguna mengirim pesan menggunakan “burung” digital yang terbang menuju penerima dengan kecepatan sekitar 110 mil per jam. Waktu pengiriman tidak dibuat instan, melainkan dihitung berdasarkan jarak GPS sebenarnya antara lokasi pengirim dan penerima.
Artinya, pesan ke orang yang berada di lokasi dekat bisa sampai dalam hitungan detik. Namun, pesan yang dikirim ke negara lain membutuhkan waktu lebih lama hingga berjam-jam, tergantung jarak perjalanan. Kecepatan terbang burung virtual tersebut juga memiliki variasi hingga 25 persen.
Baca Juga: Putri Juficha Meninggal Tepat di Hari Ulang Tahun ke-26, Chat Terakhirnya Bikin Merinding
Menariknya, aplikasi yang dikembangkan Noah Iarrobino ini dibuat hanya dalam waktu sekitar tiga minggu. Meski memiliki konsep unik, sang pengembang secara terbuka menggambarkan aplikasinya di App Store sebagai sesuatu yang “tidak berguna” dan tidak memiliki fungsi praktis.
Alih-alih menawarkan efisiensi, Carrier Pidge justru menjual pengalaman. Pengguna dapat melihat perjalanan burung virtual yang membawa pesan melalui fitur pelacakan langsung berbasis peta. Bahkan, aplikasi ini menggunakan istilah unik seperti “flock” untuk daftar kontak dan “aviary” sebagai ruang obrolan.
Namun, konsep unik tersebut juga menghadirkan unsur ketidakpastian. Setiap pesan memiliki risiko hilang selamanya sebesar 0,2 persen, seolah meniru tantangan pengiriman pesan menggunakan burung pembawa pesan pada masa lalu.
Baca Juga: Dirut PLN Kawal Langsung Kelistrikan Nasional dari Posko NTT
Fenomena aplikasi semacam ini bukan yang pertama. Sebelumnya, aplikasi serupa bernama Roost juga menghadirkan konsep pengiriman pesan lambat dengan fitur pelacakan burung secara langsung. Aplikasi tersebut bahkan disebut mampu menarik sekitar 300 ribu pengguna hanya dalam beberapa minggu setelah diluncurkan.
Kemunculan Carrier Pidge dan aplikasi sejenis menunjukkan adanya perubahan cara sebagian orang memandang komunikasi digital. Di tengah banjir pesan instan yang cepat namun sering terasa kurang personal, sebagian pengguna justru mulai menikmati proses yang lebih lambat dan penuh penantian.
Bagi sebagian orang, keterlambatan bukan lagi menjadi kekurangan, melainkan bagian dari pengalaman. Pesan yang membutuhkan waktu untuk tiba dianggap memiliki nilai emosional lebih karena memberikan ruang untuk menunggu, penasaran, dan menghargai setiap percakapan yang terjadi.(lin)
Editor : Redaksi