JAKARTA, SUMUTPOS.CO-Bertepatan dengan peringatan Hari Ginjal Sedunia 2025 dengan tema: Sehatkah Ginjal Anda?, Bayer mengajak masyarakat khususnya pasien Diabetes Tipe 2 memahami pentingnya deteksi dini kesehatan ginjalnya agar terhindar dari Penyakit Ginjal Kronis (PGK) yang dapat menyebabkan dialisis (cuci darah) dan transplantasi ginjal.
Saat ini, PGK masih menjadi tantangan kesehatan global. Diperkirakan lebih dari 800 juta orang di dunia atau lebih dari 10 persen populasi global mengalami PGK. Di Indonesia, Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 menyebut prevalensi PGK mencapai 0,38 persen atau 3,8 orang per 1000 penduduk.
Memahami situasi tersebut, Bayer - perusahaan global dengan kompetensi di bidang kesehatan dan pertanian terkemuka, mengadakan sesi diskusi kesehatan mengenai pentingnya deteksi dini dan perlindungan kesehatan ginjal.
Baca Juga: Jerry Hermawan Lo Beri Beasiswa ke 98 Mahasiswa USU, Wujudkan 1000 Pertanian di Indonesia
Country Division Head Bayer Pharmaceuticals Indonesia, Malaysia, Singapura Cluster, Riaz Buksh, menyampaikan Bayer percaya bahwa kesehatan ginjal menjadi prioritas bagi setiap individu.
“Peringatan Hari Ginjal Sedunia menjadi momentum penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya deteksi PGK sedini mungkin serta pengobatan yang tepat bagi pasien PGK, khususnya pasien Diabetes Tipe 2, guna mencegah perkembangan penyakit menuju gagal ginjal,” kata Riaz dalam keterangannya, Kamis (13/3/2025).
Baca Juga: Usai Sidak Fasilitas, Jiji akan Rapat Internal Bahas Pasien yang Meninggal di RSUD Djoelham
Kata dia, sejalan dengan visi Bayer - Health for All, Hunger for None berkomitmen untuk terus menghadirkan obat-obat inovatif untuk membantu Dokter dan pasien.
“Selain itu kami terus mendukung edukasi kesehatan bagi masyarakat agar lebih banyak individu dapat menjaga kesehatan ginjalnya dan meningkatkan kualitas hidup,” tutupnya. (ari/han)
Editor : Johan Panjaitan